Kemendag sosialisasikan sistem resi gudang di Sulut

Kamis, 07 November 2013 - 13:59 WIB
Kemendag sosialisasikan...
Kemendag sosialisasikan sistem resi gudang di Sulut
A A A
Sindonews.com - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) hari ini (7/11/2013) mensosialisasikan sistem resi gudang (SRG) di gudang SRG Desa Mogoyunggung II, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala Biro Pasar Fisik dan Jasa, Ismadjaja Tungkagi mewakili Kepala Bappebti berharap agar seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, perbankan, asuransi,
pengelola gudang, hingga kelompok-kelompok tani agar dapat bersinergi dan berperan aktif dalam upaya pengembangan implementasi SRG di daerah tersebut.

"Caranya dengan memanfaatkan secara optimal gudang yang dibangun di wilayah ini. Hal ini penting mengingat manfaatnya yang sangat besar bagi pelaku usaha, terutama petani dan usaha kecil dan menengah (UKM)," jelasnya dalam rilisnya, Kamis (7/11/2013).

Dengan memiliki resi gudang, kata dia, para pelaku usaha, khususnya petani, kelompok tani, koperasi, dan UKM dapat memperoleh kredit di bank tanpa memberikan jaminan atau aset tetap (fixed asset) lainnya.

"Jaminannya adalah resi gudang itu sendiri yang merupakan bukti kepemilikan barang yang disimpan di gudang. Sehingga petani tidak perlu menjual hasil panennya langsung pada saat panen raya di mana harga sedang turun," ujarnya.

Dia mengatakan, dengan memanfaatkan resi gudang, petani dapat melakukan tunda jual hingga harganya membaik. Namun tetap mendapatkan modal/pembiayaan dari perbankan ataupun lembaga keuangan non-bank (LKNB) untuk melakukan tanam berikutnya dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Menurut Ismadjaja, implementasi SRG di daerah tidak akan terwujud tanpa adanya kerja sama yang sinergis antara Bappebti, pemerintah daerah serta dinas-dinas setempat.

"Termasuk kerja sama dengan pengelola gudang, Lembaga Penilaian Kesesuaian, Pusat Registrasi, asuransi, lembaga keuangan baik bank maupun non bank, para pelaku usaha baik itu petani/kelompok tani, gabungan kelompok tani atau gapoktan, koperasi, pedagang, serta prosesor/pabrikan dan eksportir," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dorong Optimalisasi...
Dorong Optimalisasi SRG secara Nasional, Bappebti Setujui Penerbitan 16 Resi Gudang Gula Kristal Putih
Tingkatkan Ketahanan...
Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Resi Gudang, Ini Upaya yang Perlu Dilakukan
Wantannas Dorong Optimalisasi...
Wantannas Dorong Optimalisasi Penyerapan Beras dan Kedelai di Yogyakarta
Kembangkan Sistem Resi...
Kembangkan Sistem Resi Gudang, JIEP Sinergi dengan KBI dan KPBI
Sistem Resi Gudang,...
Sistem Resi Gudang, Mengapa Belum Dilirik?
Gunakan Akad Syariah,...
Gunakan Akad Syariah, Petani di Aceh Bisa Pakai Resi Gudang untuk Agunan
Berita Terkini
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
13 menit yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
32 menit yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
40 menit yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
54 menit yang lalu
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
2 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved