Rehab 205 ribu rumah, Kemenpera rogoh Rp1,8 T

Kamis, 07 November 2013 - 21:40 WIB
Rehab 205 ribu rumah,...
Rehab 205 ribu rumah, Kemenpera rogoh Rp1,8 T
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menjalankan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) 2013. Program tersebut memberikan bantuan bagi masyarakat miskin atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia.

Dana yang digelontorkan untuk tiap rumah yakni Rp7,5 juta untuk perbaikan rumah rusak sedang, dan Rp15 juta untuk perbaikan rumah rusak berat. Kemenpera memulainya dengan mengecek data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menentukan lokasi kabupaten kota mana yang memiliki indeks kemiskinan di atas rata-rata nasional.

"Dari situ kita lakukan penilaian, sampaikan ke Pemda, bahwa kita alokasikan dapat bantuan. Kecamatan atau desa mana dapat bantuan. Kami minta data, Pemda yang mengusulkan," jelas Kasatker Penyediaan Perumahan yang juga Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Swadaya Kemenpera, Sri Nurhayati di Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan Tenaga Kerja Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Kamis (7/11/2013).

Sri menyebutkan, total seluruh target perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di seluruh Indonesia pada 2013 yakni sebanyak 205 ribu unit dan 4.500 desa dengan besaran bervariasi, dengan total diperkirakan mencapai Rp1,8 triliun.

"Yang untuk rusak berat Rp15 juta ada 10 persen, berarti sekitar 20 ribuan. Anggaran total Rp1,8 triliun per tahun, ini sejak 2006 sebenarnya, namun dua tahun terakhir lebih besar," katanya.

"Karena ini kebijakan pak menteri (Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz) dalam program rumah murah, sementara untuk masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah kami fasilitasi program lain, seperti Fasilitas Likuidasi Program Pemerintah (FLPP)," tambah dia.

Staf Perumahan dan Pemukiman Jawa I Kemenpera Sumarno mengatakan cara pencairan bantuan stimulan itu dilakukan dua tahap. 50 persen di tahap pertama, dan 50 persen sisanya diambil di tahap kedua setelah bangunan fisik selesai 30 persen.

"Konsepnya warga mengerjakan sendiri, swadaya masyarakat gotong royong. Karena enggak ada ongkos tukang, kecuali enggak mampu sama sekali atau jompo, bisa ada dana untuk tukang 15 persen tambahan dari bantuan," jelas dia

"Pencairan uangnya kita tunjuk Bank BRI. Masyarakat ambil tanda tangan, langsung uangnya disalurkan ke tukang material yang ditunjuk dekat lokasi rumah," tukas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Basuki Minta...
Menteri Basuki Minta Jangan Tutupi Hak Konsumen Saat Beli Rumah
PNS Pensiun dan Ahli...
PNS Pensiun dan Ahli Waris Siap-siap! BP Tapera Akan Kembalikan Dana Taperum
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan 380.376 Unit di 2021
Percepat Pembangunan...
Percepat Pembangunan SPAM Djuanda, Kementerian PUPR Beri Waktu 2 Minggu Prakualifikasi Lelang
PUPR Bangun Fasilitas...
PUPR Bangun Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Pasca Bencana Gempa Sulteng
Ini Perkembangan Tol...
Ini Perkembangan Tol Semarang-Demak untuk Dukung Kawasan Industri dan Wisata Religi
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
9 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved