Saham Twitter melejit, Wall Street berakhir terkoreksi
Jum'at, 08 November 2013 - 08:51 WIB
Saham Twitter melejit, Wall Street berakhir terkoreksi
A
A
A
Sindonews.com - Indeks utama di Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir terkoreksi, bahkan indeks S&P 500 mengalami penurunan harian terburuk sejak Agustus 2013. Pelemahan ini di tengah melejitnya saham Twitter.
"Twitter mendapat semua perhatian investor, tapi Anda harus melihat juga bagaimana Nasdaq dan saham berkapitalisasi kecil menderita kerugian di tengah menguatnya saham defensif," kata analis Schaeffer Investment Research Ryan Detrick seperti dilansir Reuters, Jumat (8/11/2013).
Saham Twitter Inc (TWTR.N) melonjak 92 persen pada pembukaan hari pertama perdagangan di Bursa Efek New York. Saham dibuka pada level USD45,10 per saham, naik dari harga penawaran umum perdana (IPO) di harga USD26. Namun akhirnya, saham ditutup naik 73 persen pada harga USD44,90 dengan 117 juta saham diperdagangkan .
Selain pengaruh saham Twitter, koreksi Wall Street di tengah ekonomi Amerika Serikat (AS) kuartal III/2013 yang tumbuh 2,8 persen dan berkurangnya klaim pengangguran AS. Namun, ha ini justru diantisipasi oleh kalangan investor bahwa The Fed akan mempercepat pemangkasan stimulus.
Selain itu, Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga setelah penurunan inflasi memicu kekhawatiran pemulihan ekonomi zona Eropa akan melambat.
Semalam, indeks Dow Jones turun 152,90 poin atau 0,97 persen ke 15.593,98; S&P 500 turun 23,34 poin atau 1,32 persen menjadi 1.747,15 dan Nasdaq turun 74,61 poin atau 1,90 persen menjadi 3.857,33.
"Twitter mendapat semua perhatian investor, tapi Anda harus melihat juga bagaimana Nasdaq dan saham berkapitalisasi kecil menderita kerugian di tengah menguatnya saham defensif," kata analis Schaeffer Investment Research Ryan Detrick seperti dilansir Reuters, Jumat (8/11/2013).
Saham Twitter Inc (TWTR.N) melonjak 92 persen pada pembukaan hari pertama perdagangan di Bursa Efek New York. Saham dibuka pada level USD45,10 per saham, naik dari harga penawaran umum perdana (IPO) di harga USD26. Namun akhirnya, saham ditutup naik 73 persen pada harga USD44,90 dengan 117 juta saham diperdagangkan .
Selain pengaruh saham Twitter, koreksi Wall Street di tengah ekonomi Amerika Serikat (AS) kuartal III/2013 yang tumbuh 2,8 persen dan berkurangnya klaim pengangguran AS. Namun, ha ini justru diantisipasi oleh kalangan investor bahwa The Fed akan mempercepat pemangkasan stimulus.
Selain itu, Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga setelah penurunan inflasi memicu kekhawatiran pemulihan ekonomi zona Eropa akan melambat.
Semalam, indeks Dow Jones turun 152,90 poin atau 0,97 persen ke 15.593,98; S&P 500 turun 23,34 poin atau 1,32 persen menjadi 1.747,15 dan Nasdaq turun 74,61 poin atau 1,90 persen menjadi 3.857,33.
(rna)
Lihat Juga :