Menkeu klaim revisi DNI akan kurangi pengangguran

Jum'at, 08 November 2013 - 17:42 WIB
Menkeu klaim revisi...
Menkeu klaim revisi DNI akan kurangi pengangguran
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri mengatakan, dengan dibuka dan dilonggarkannya beberapa bidang usaha dalam revisi Daftar Negatif Investasi (DNI), akan mendatangkan beberapa imbas positif.

Salah satu hal positif tersebut adalah berkurangnya angka pengangguran karena investor asing akan berinvetasi secara langsung di Indonesia.

"Pilihannya dua, anda mengimpor atau anda minta (investor) asing buat (pabrik) di sini. Asing nanti bisa create job," katanya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (8/11/2013).

Dia juga meminta agar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatur beberapa syarat investasi asing atas direvisinya DNI seperti training bagi para pekerja.

"Selain itu, pabriknya lebih baik dibuat di luar pulau Jawa, agar wilayah selain Jawa juga dapat berkembang cepat," ujar Chatib.

Selain itu, kata Chatib, dengan direvisinya DNI juga akan mengurangi defisit neraca pembayaran terutama dari barang impor yang membanjiri Indonesia sebagai imbas pertumbuhan ekonomi.

"Karena itu saya adalah orang yang lebih setuju untuk membawa Foxconn membuat pabrik di sini ketimbang impor langsung berupa ponsel Apple," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Survive Saat Pandemi,...
Survive Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan DNI Skin Centre Surabaya
PPKM Sudah Keluar dari...
PPKM Sudah Keluar dari Daftar Negatif buat IHSG
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Jaga Ruang Digital,...
Jaga Ruang Digital, Kominfo ingin Masyarakat Aman dan Bebas dari Konten Negatif
Cek Ricek, Daftar Potensi...
Cek Ricek, Daftar Potensi Penyakit yang Timbul karena Pikiran Negatif
Bareskrim Tangkap DPO...
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Putra Wibowo
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Peringatkan...
27 Negara Peringatkan Warganya, Perang Dunia III Akan Terjadi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved