Apegti minta audit perembesan gula rafinasi dibuka

Sabtu, 09 November 2013 - 20:09 WIB
Apegti minta audit perembesan...
Apegti minta audit perembesan gula rafinasi dibuka
A A A
Sindonews.com - Perembesan gula rafinasi (GKR) ke pasar umum menjadi lagu lama yang terus berulang. Padahal, gula rafinasi hanya diperuntukan bagi industri minuman dan makanan. Akibatnya, gula yang dihasilkan petani tidak dapat terserap oleh pasar karena tidak mampu bersaing.

Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) Natsir Mansyur menilai, hal tersebut merupakan dampak yang ditimbulkan karena kebijakan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian mengenai gula rafinasi ini bersifat spekulatif sehingga permasalahannya berulang-ulang.

Untuk itu, Apegti meminta Kemendag, Kemenperin, Kemenko Perekonomian dan DPR RI Komisi VI supaya perembesan gula rafinasi ini tidak menjadi kebijakan pergulaan nasional yang spekulatif.

Pihaknya juga meminta hasil audit investigasi pada 2011-2013 tentang masalah perembesan gula rafinasi ke pasar umum dipublikasikan. “Kita ingin semuanya menjadi jelas. Sanksinya juga perlu diperjelas. Selama ini pemerintah hanya melempar wacana bahwa dilakukan investigasi, tapi mana hasil investigasi itu selama 3 tahun,” ungkap Natsir dalam siaran persnya, Sabtu (9/11/2013).

Apegti menilai janggal dengan hasil audit investigasi tersebut, karena di sisi lain pada 2013 ini kuota impor raw sugar ditambah menjadi 3 juta ton, dari rencana semula yang hanya 2,3 juta ton.

“Pemerintah seharusnya tidak main-main, karena gula petani (GKP) hancur terus apalagi saat ini lagi panen,” kata Natsir.

Dia mengungkapkan, korban akibat perembesan gula rafinasi ini adalah PTPN 14 di Sulawesi Selatan yang sudah tidak produksi lagi karena di sana juga terdapat industri gula rafinasi. PTPN 14 tidak mampu bersaing dengan industri gula rafinasi yang merembes ke pasar umum.

Apegti mendesak pemerintah menata kembali manajemen pergulaan nasional yang tiap tahun menimbulkan masalah. Pengadaan gula untuk daerah seyogyanya diserahkan kepada pemerintah daerah dan pengusaha daerah untuk memenuhi kebutuhan gulanya. Karena daerah yang mengetahui persis kebutuhan gula di wilayahnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kadin Sumatera Utara...
Kadin Sumatera Utara Dukung Anindya Bakrie Maju sebagai Kandidat Ketua Umum Kadin Indonesia
Izin Impor Gula 500...
Izin Impor Gula 500 Ribu Ton Dasarnya Nafsu Belaka, Bukan Data
Lantik Pengurus Asprindo...
Lantik Pengurus Asprindo Sulsel, Ketua Umum: Pengusaha Bumiputera Harus Jadi Petarung
Tiga Hari PPKM Darurat,...
Tiga Hari PPKM Darurat, Begini Respons Pengusaha Logistik
Produktivitas Gula Nasional...
Produktivitas Gula Nasional Masih Kalah dari Thailand dan Vietnam
Sering Jadi Penyebab...
Sering Jadi Penyebab Kecelakaan, Ini Solusi untuk Mengatasi Truk ODOL
Berita Terkini
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
6 menit yang lalu
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
16 menit yang lalu
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
56 menit yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
1 jam yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
1 jam yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
2 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved