Biaya logistik di pelabuhan Makassar mahal

Minggu, 10 November 2013 - 19:24 WIB
Biaya logistik di pelabuhan...
Biaya logistik di pelabuhan Makassar mahal
A A A
Sindonews.com - Tingginya biaya logistik terhadap barang domestik di sektor pelabuhan, mendorong harga produksi lokal lebih mahal dibanding produk impor.

Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Sulsel Zulkarnain Arief mengatakan, jika ini terus berlangsung, maka produk lokal semakin kalah bersaing. Padahal dari segi mutu, kualitas produk domestik tidak kalah dengan produk impor.

Saat ini, sebut dia, kontribusi biaya logistik di pelabuhan Makassar mencapai 20 persen. Angka ini sangat besar dibanding dengan negara lain yang rata-rata hanya 6 persen saja.

Dia mencontohkan, biaya angkut 1 kontainer dari China ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta hanya USD590. Sementara biaya angkut Makassar ke Tanjung Priok USD600.

“Kalau terus seperti ini jangan heran produk-produk China dan luar negeri lainnya akan semakin membanjiri pasar kita. Karena biaya pengangkutan saja sudah lebih mahal, maka harga jual barang pasti lebih mahal dibanding produk impor,” jelas Ketua Kadin Sulsel ini, Minggu (10/11/2013).

Dia menjelaskan, melambungnya biaya logistik karena kurangnya infrastruktur pelabuhan di negara ini. Infrastruktur pelabuhan di Indonesia di atas 800 km per satu pelabuhan. Sementara di China jaraknya hanya 50 km. Sehingga barang dapat diangkut dari mana saja.

Karena itu, lanjut dia, konektivitas perlu dibangun. Penyiapan infrastruktur harus terus digenjot. Apalagi sumber daya alam pun sudah siap, termasuk pembangunan infrastruktur pelabuhan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prospek Menjanjikan,...
Prospek Menjanjikan, Jadi Pengusaha Logistik Tak Perlu Modal Besar
Teknologi Mentransformasi...
Teknologi Mentransformasi Ekspektasi Industri Logistik dengan Cepat
Pakar Sebut Logistik...
Pakar Sebut Logistik Indonesia Butuh Sistem Regulasi Jelas dan Terintegrasi
Pengusaha Logistik Pede...
Pengusaha Logistik Pede Bisnisnya Tembus Rp4.500 Triliun di 2024
Anak Usaha Trans Power...
Anak Usaha Trans Power Marine Kantongi Fasilitas Kredit Rp1 Triliun
Mantan Tukang Sapu di...
Mantan Tukang Sapu di Sarinah Jadi CEO Startup Kargo TrawlBens
Berita Terkini
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
32 menit yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
1 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
2 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
2 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved