Pasca kenaikan BBM, inflasi 2013 diperkirakan di bawah 9%
Selasa, 12 November 2013 - 15:50 WIB
Pasca kenaikan BBM, inflasi 2013 diperkirakan di bawah 9%
A
A
A
Sindonews.com - Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Bank Indonesia (BI) memperkirakan angka inflasi tahunan pada 2013 mereda, atau berada di bawah 9 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A Johansyah menambahkan, angka tersebut akan mengalami penurunan di 2014 mendatang menjadi 4,5+1 persen.
"Secara umum meredanya inflasi Oktober dikarenakan kita sudah kembali ke situasi pasca kenaikan harga BBM. Sehingga hal ini telah memperkuat indikasi inflasi telah kembali ke pola normal bulanannya," ujar Difi di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (12/11/2013).
Dia melanjutkan, meredanya tekanan inflasi bersumber dari kelompok bahan pangan, sementara inflasi administered prices dan inflasi inti (core inflation) cukup stabil.
"Kestabilan ini dipengaruhi meredanya tekanan eksternal terkait sejalan dengan harga pangan global yang masih dalam tren menurun ditambah dampak pelemahan rupiah terhadap inflasi juga relatif kecil," tandas Difi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A Johansyah menambahkan, angka tersebut akan mengalami penurunan di 2014 mendatang menjadi 4,5+1 persen.
"Secara umum meredanya inflasi Oktober dikarenakan kita sudah kembali ke situasi pasca kenaikan harga BBM. Sehingga hal ini telah memperkuat indikasi inflasi telah kembali ke pola normal bulanannya," ujar Difi di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (12/11/2013).
Dia melanjutkan, meredanya tekanan inflasi bersumber dari kelompok bahan pangan, sementara inflasi administered prices dan inflasi inti (core inflation) cukup stabil.
"Kestabilan ini dipengaruhi meredanya tekanan eksternal terkait sejalan dengan harga pangan global yang masih dalam tren menurun ditambah dampak pelemahan rupiah terhadap inflasi juga relatif kecil," tandas Difi.
(gpr)
Lihat Juga :