OJK: Peran industri keuangan perlu ditingkatkan

Minggu, 17 November 2013 - 17:09 WIB
OJK: Peran industri...
OJK: Peran industri keuangan perlu ditingkatkan
A A A
Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan peran industri keuangan perlu ditingkatkan dengan cara melakukan upaya-upaya terencana untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam akses ke produk dan layanan keuangan.

Dalam survei Bank Dunia tahun 2011 diungkapkan bahwa hanya 20 persen orang dewasa di Indonesia yang memiliki rekening di lembaga keuangan resmi. Angka ini berada di bawah Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura yang mencapai berturut-turut 27 persen, 66 persen, 73 persen dan 98 persen

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad mengungkap, industri keuangan Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui intermediasi, dimana hingga 31 Desember 2012 dana intermediasi yang disalurkan sebesar Rp7.159,4 triliun.

Menurut dia, masa depan peran industri keuangan ini masih perlu ditingkatkan. “Geografi wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau menyebabkan akses kelembaga keuangan dan akses informasi serta fungsi intermediasi menjadi kurang optimal,” kata Muliaman dalam rilisnya, Minggu (17/11/2013).

Tidak itu saja, dia menambahkan, masalah geografis menyebabkan infrastruktur layanan jasa keuangan menjadi tidak merata, akses informasi untuk wilayah tertentu menjadi sangat mahal dan biaya layanan jasa keuangan menjadi relatif lebih tinggi.

Untuk itu, OJK mendorong upaya-upaya perluasan akses keuangan dan inklusi keuangan melalui apa yang disebut sebagai Strategi Nasional Literasi Keuangan.

Cetak Biru Strategi Nasional Literasi Keuangan merupakan bagian dari program strategis OJK untuk membentuk sistem perlindungan konsumen keuangan yang terintegrasi serta melaksanakan edukasi dan sosialisasi secara masif dan komprehensif.

“Selain itu, kegiatan lain yang sudah dan akan dilakukan dalam program strategis OJK ini adalah layanan Financial Customer Care (FCC), roadmap mekanisme penyelesaian sengketa di industri jasa keuangan, market intelligence dan edukasi masyarakat,” tutur Muliaman.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
55 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Disegani Dunia, Ini...
Disegani Dunia, Ini 4 Peran Erdogan dalam Kebangkitan Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved