Emas dunia turun akibat permintaan fisik melemah

Senin, 18 November 2013 - 18:51 WIB
Emas dunia turun akibat...
Emas dunia turun akibat permintaan fisik melemah
A A A
Sindonews.com - Harga emas di perdagangan internasional turun karena permintaan fisik dan komoditas lainnya melemah, mendorong para pedagang mengunci keuntungan nilai dalam tiga hari di tengah ekspektasi bahwa kebijakan moneter AS masih akan longgar.

Spekulasi bahwa calon Kepala Federal Reserve Janet Yellen akan mempertahankan kebijakan moneter bank sentral membantu mengangkat emas pada akhir pekan lalu.

Kebijakan moneter ultra-longgar (yang menguntungkan emas dengan menjaga suku bunga rendah memicu ekspektasi kenaikan inflasi) menjadi pendorong utama harga emas lebih tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Emas telah jatuh 23 persen sepanjang tahun ini atas spekulasi pengurangan kebijakan moneter Fed. Spot emas susut 0,3 persen di angka USD1,285.45 per ounce pada pukul 00.07 waktu SA.

Logam mulia naik lebih dari USD20 per ounce pada tiga hari terakhir, pekan lalu, setelah mencapai titik terendah dalam sebulan di USD1.260,89 per ounce.

Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun USD2,40 per ounce menjadi USD1.285,00.

"Tidak ada banyak uang segar yang masuk, dan premi China agak mengecewakan untuk sepanjang tahun. Hari ini semuanya merah, sehingga emas hanya ikut menyesuaikan," kata Simon Weeks, kepala logam mulia ScotiaMocatta, seperti dilansir dari IOL, Senin (18/11/2013).

"Jika kita memiliki bukti green shoot (pemulihan ekonomi AS) berubah menjadi sesuatu yang lebih bermakna, jelas akan berdampak negatif pada emas. Tapi, harapan mereka diperkirakan masih lebih jauh," ujarnya.

Logam mulia lainnya, perak turun 0,5 persen menjadi USD20,63 per ounce. Platinum berkurang 0,1 persen di USD1,435.50 per ounce dan spot paladium turun 0,6 persen menjadi USD723,97 per ounce.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
2 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved