Diprediksi menguat, IHSG rawan profit taking
Selasa, 19 November 2013 - 08:11 WIB
Diprediksi menguat, IHSG rawan profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Beragamnya laju indeks saham di sejumlah negara global memberi dampak psikologi yang tidak menentu pada pasar, sehingga berpotensi membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilanda aksi ambil untung.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memperkirakan, IHSG akan bergerak pada kisaran 4.342-4.429. Pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal (penguatan lanjutan).
"Sisa 28 hari perdagangan menjelang closing IHSG di akhir tahun 2013 dan merujuk beragamnya perkembangan yang terjadi di pasar global semalam membuat IHSG berpotensi dilanda aksi minor profit taking dalam perdagangan sepanjang Selasa ini," kata Edwin, Selasa (20/11/2013).
Dari luar negeri, tampak satu jam menjelang penutupan perdagangan semalam, Dow Jones dilanda aksi profit taking dan turun dari level tertinggi perdagangan harian mereka di level Rp16.030,28.
Hal tersebut akhirnya membuat Dow Jones hanya mampu menguat tipis sebesar 14,32 poin (0,09 persen) ditutup di level 15.976,02 tetapi disertaai kenaikan tajam The Vix sebesar 7,47 persen ditutup di level 13,1.
Aksi ambil untung sendiri dipicu pernyataan dari salah satu investor kakap dan besar di Wall Stret yang merupakan salah satu investor besar pemegang saham Apple, Carl Icahn yang memperingatkan adanya potensi Dow Jones dapat turun besar.
Pernyataan Carl sendiri merujuk kondisi pasar saat ini, dimana laba bersih banyak emiten di Wall Street dipenuhi pinjaman berbunga rendah ketimbang kekuatan akan menajemen.
Dari dalam negeri, Edwin mengatakan, terpantau rupiah cenderung melemah atas dolar Amerika Serikat (USD) di level Rp11.625 serta turunnya harga komoditas seperti minyak yang turun 0,88 persen, emas turun 1,06 persen, nikel turun 1,74 persen, timah turun 1,19 persen dan CPO turun 0,84 persen.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memperkirakan, IHSG akan bergerak pada kisaran 4.342-4.429. Pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal (penguatan lanjutan).
"Sisa 28 hari perdagangan menjelang closing IHSG di akhir tahun 2013 dan merujuk beragamnya perkembangan yang terjadi di pasar global semalam membuat IHSG berpotensi dilanda aksi minor profit taking dalam perdagangan sepanjang Selasa ini," kata Edwin, Selasa (20/11/2013).
Dari luar negeri, tampak satu jam menjelang penutupan perdagangan semalam, Dow Jones dilanda aksi profit taking dan turun dari level tertinggi perdagangan harian mereka di level Rp16.030,28.
Hal tersebut akhirnya membuat Dow Jones hanya mampu menguat tipis sebesar 14,32 poin (0,09 persen) ditutup di level 15.976,02 tetapi disertaai kenaikan tajam The Vix sebesar 7,47 persen ditutup di level 13,1.
Aksi ambil untung sendiri dipicu pernyataan dari salah satu investor kakap dan besar di Wall Stret yang merupakan salah satu investor besar pemegang saham Apple, Carl Icahn yang memperingatkan adanya potensi Dow Jones dapat turun besar.
Pernyataan Carl sendiri merujuk kondisi pasar saat ini, dimana laba bersih banyak emiten di Wall Street dipenuhi pinjaman berbunga rendah ketimbang kekuatan akan menajemen.
Dari dalam negeri, Edwin mengatakan, terpantau rupiah cenderung melemah atas dolar Amerika Serikat (USD) di level Rp11.625 serta turunnya harga komoditas seperti minyak yang turun 0,88 persen, emas turun 1,06 persen, nikel turun 1,74 persen, timah turun 1,19 persen dan CPO turun 0,84 persen.
(rna)
Lihat Juga :