Rupiah ditutup melemah ke Rp11.705/USD
Kamis, 21 November 2013 - 16:25 WIB
Rupiah ditutup melemah ke Rp11.705/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini berakhir di level Rp11.700an/USD seiring melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berakhir di level Rp11.705/USD atau terdepresiasi 45 poin dari penutupan perdagangan Rabu (20/11/2013) di level Rp11.660/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.688/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp11.540/USD dan terlemah di level Rp11.733/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini pada level Rp11.703/USD atau melemah 50 poin dibanding hari kemarin, yang ditutup pada level Rp11.653/USD.
Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik sore hari ini juga berada di level Rp11.703/USD, dengan kiasaran harian Rp11.688-11.708/USD. Posisi ini anjlok 45 poin dibanding sore kemarin di level Rp11.658/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.717/USD atau terdepresiasi 86 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.631/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi terkoreksnya IHSG, yang terimbas pelemahan Wall Street pada perdagangan semalam.
"Pelemahan IHSG menambah tekanan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Kamis (21/11/2013).
Sementara pelemahan Wall Street semalam merespon hasil Federal Open Market Committee (FOMC) meeting, yang mengindikasikan The Fed akan segera mulai melakukan stimulus dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS).
"Hal itu mengurangi risk appetite dari pelaku pasar hari ini dan berdampak pada meningkatnya permintaan dolar sebagai safe haven currency," ujar dia.
Adapun, IHSG sore ini berakhir melemah 24,58 poin atau 0,57 persen ke level 4.326,21 dipicu meningkatnya tekanan jual oleh investor asing dan sering melemahnya mayoritas bursa di kawasan Asia.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,01 triliun dengan 3,25 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp582,65 miliar. Tercatat sebanyak 91 saham naik, 176 saham melemah dan 95 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berakhir di level Rp11.705/USD atau terdepresiasi 45 poin dari penutupan perdagangan Rabu (20/11/2013) di level Rp11.660/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.688/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp11.540/USD dan terlemah di level Rp11.733/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini pada level Rp11.703/USD atau melemah 50 poin dibanding hari kemarin, yang ditutup pada level Rp11.653/USD.
Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik sore hari ini juga berada di level Rp11.703/USD, dengan kiasaran harian Rp11.688-11.708/USD. Posisi ini anjlok 45 poin dibanding sore kemarin di level Rp11.658/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.717/USD atau terdepresiasi 86 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.631/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi terkoreksnya IHSG, yang terimbas pelemahan Wall Street pada perdagangan semalam.
"Pelemahan IHSG menambah tekanan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Kamis (21/11/2013).
Sementara pelemahan Wall Street semalam merespon hasil Federal Open Market Committee (FOMC) meeting, yang mengindikasikan The Fed akan segera mulai melakukan stimulus dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS).
"Hal itu mengurangi risk appetite dari pelaku pasar hari ini dan berdampak pada meningkatnya permintaan dolar sebagai safe haven currency," ujar dia.
Adapun, IHSG sore ini berakhir melemah 24,58 poin atau 0,57 persen ke level 4.326,21 dipicu meningkatnya tekanan jual oleh investor asing dan sering melemahnya mayoritas bursa di kawasan Asia.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,01 triliun dengan 3,25 miliar lembar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp582,65 miliar. Tercatat sebanyak 91 saham naik, 176 saham melemah dan 95 saham stagnan.
(rna)