Data tenaga kerja AS buat Dow tembus 16.000

Jum'at, 22 November 2013 - 08:52 WIB
Data tenaga kerja AS...
Data tenaga kerja AS buat Dow tembus 16.000
A A A
Sindonews.com - Indeks Dow Jones berhasil mencetak rekor baru di atas 16.000 pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat dipicu data pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang membaik dan inflasi yang tetap terjaga.

Jumlah klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun di bawah ekspekatasi pada pekan lalu. Sementara harga produsen turun pada Oktober dan menjadi penurunan selama dua bulan berturut-turut, yang menunjukkan tekanan inflasi tetap terjaga. Adapun, tingkat inflasi tahunan tercatat sebesar 1 persen atau di bawah target Fed sebesar 2 persen.

"Saya pikir pasar saham akan berada di jalur hijau untuk sisa tahun ini. Semua orang ingin melihat koreksi, sehingga mereka bisa melakukan akumulasi beli," kata Senior Portfolio Manajer Wells Capital Management Margie Patel seperti dilansir dari Reuters, Jumat (22/11/2013.

Menurut dia, pasar saham akan menjadi aset terkuat pada tahun 2014. Investor sebagian besar percaya bahwa pasar saham akan menguat lagi karena kebijakan The Fed, meski sempat mengalami koreksi berturut-turut.

Sementara Bank sentral AS telah mengatakan berulang kali bahwa tidak akan melakukan pemangkasan stimulus sampai perekonomian pulih. Kombinasi pertumbuhan ekonomi dan dukungan Fed memberikan investor alasan untuk membeli saham.

Adapun, saham keuangan memimpin penguatan pasar saham. Saham Bank of America Inc (BAC.N) melonjak 3 persen menjadi USD15,59.

Sementara semalam, indeks Dow Jones Industrial melompat 109,17 poin atau 0,69 persen menjadi 16.009,99; indeks S&P 500 naik 14,48 poin atau 0,81 persen menjadi 1.795,85 dan Nasdaq menguat 47,89 poin atau 1,22 persen menjadi 3.969,16 .
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
1 jam yang lalu
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
1 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
2 jam yang lalu
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
2 jam yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
3 jam yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved