PGAS optimistis dapat blok milik Hess

Jum'at, 22 November 2013 - 09:47 WIB
PGAS optimistis dapat...
PGAS optimistis dapat blok milik Hess
A A A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melalui anak usahanya, PT Saka Energi Indonesia (SEI) optimistis dapat menyelesaikan proses negosiasi pembelian blok minyak dan gas bumi (migas) milik Hess Corporation.

Head of Corporate Comunication PGAS Ridha Ababil menerangkan, PT Saka Energi Indonesia (SEI) saat ini tengah mengikuti tender pembelian dua dari empat blok migas milik Hess yang berlokasi di Indonesia.

"Sedang dalam proses negosiasi. Yang kami ikut itu tentu yang sudah berproduksi," ujar Ridha saat dihubungi, Kamis (21/11/2013).

Dalam pengumumannya, satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan bahwa Hess berniat melelang tiga dari empat blok, yakni Pangkah, Semai dan South Sesulu. Adapun dari ketiga blok yang dilelang tersebut, blok Ujung Pangkah yang paling menarik minat perseroan.

Namun demikian, dalam proses penjualan tersebut, PGAS bukan satu-satunya pihak yang menyatakan minat terhadap blok Ujung Pangkah.

Bersama PGAS melalui PT Saka Energi Indonesia turut ambil bagian pula dalam proses tender tersebut adalah PT Medco Energi International Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Pertamina.

Disinggung mengenai investasi yang telah dicadangkan untuk proses tersebut, Ridha memilih bungkam lantaran proses negosiasi masih berjalan.

"Persyaratan (untuk mengikuti tender) sudah beres semua. Tapi ini kan kita masih proses negosiasi. Kalau kita bongkar sekarang, nanti yang lain nawar lebih murah, kita bisa repot," ujar dia.

Sebenarnya, PGAS telah memiliki 25 persen hak partisipasi atas blok Ujung Pangkah, dimana kala itu perseroan harus menggelontorkan dana investasi mencapai USD265 juta untuk membeli hak partisipasi dari Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company PSC (Kupfec).

Dengan kata lain, perseroan memiliki hak lebih sedikit dibanding perusahaan saingannya yang sama-sama berminat pada blok migas dengan kapasitas produksi minyak mencapai 12.000 barel per hari (bph) dan gas 50 juta kaki kubik per hari.

Peru diketahui, di Indonesia secara total Hess memiliki empat blok migas, yang meliputi Blok Ujung Pangkah Gresik, Blok Semai V di Papua Barat, Blok South Sesulu Kalimantan Timur dan Blok Timur Sea 1. Sementara, digelarnya tender penjualan merupakan bagian dari rencana Hess mencabut seluruh investasinya yang berlokasi di Indonesia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan...
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan Komitmen Menuju Energi Bersih
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Komitmen PGN Pasok Gas...
Komitmen PGN Pasok Gas Bumi untuk Kelistrikan Secara Berkelanjutan
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
51 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved