Jatim dan Nigeria perkuat kerja sama perdagangan

Jum'at, 22 November 2013 - 15:04 WIB
Jatim dan Nigeria perkuat...
Jatim dan Nigeria perkuat kerja sama perdagangan
A A A
Sindonews.com - Di tengah isu penyadapan Australia dan Indonesia, Provinsi Jawa Timur (Jatim) mulai menjajaki penguatan kerja sama perdagangan dan pertanian dengan Nigeria. Selama ini kerja sama perdagangan Jatim dengan Nigeria nilainya masih rendah.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mengatakan, penjajakan ini dimulai dari kunjungan Ibikunle Amonsu, Gubernur Ogun State ke Pemprov Jatim. Kedatangan Gubernur Ogun ini mengundang sejumlah investor dari Jatim untuk berinvestasi di Nigeria.

"Alasannya adalah banyak kemiripan antara Jatim dan Provinsi Ogun. Salah satunya komoditas yang ditanam di Jatim bisa diberdayakan di sana," kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, Jumat (22/11/2013).

Menurutnya, Jatim dan Provinsi Ogun memang sudah ada kerja sama perdagangan, tapi nilanya masih kecil. Setidaknya ada komoditi non migas Jatim yang diekspor ke Nigeria seperti pulp dan kertas, pengolahan kelapa sawit, barang-barang kimia, alat-alat listrik, makanan, dan minuman.

"Jumlahnya memang relatif kecil. Penjajakkan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas ekspor. Saat ini nilai perdagangan ke Nigeria hanya USD17,6 juta dan pertumbuhan sangat kecil sekitar 10 persen," katanya.

Gus Ipul juga menepis jika upaya memperkuat kerja sama perdagangan dengan Nigeria karena ada ketegangan atara Indonesia dan Australia gara-gara kasus penyadapapan.

"Saya enggak tahu. Yang jelas mereka datang ke sini atas inisiatif sendiri. Dalam waktu dekat juga Pemprov akan ke sana untuk menindaklanjuti kerja sama ini," terangnya.

Meski angka eskpor dan impor ke Nigeria relatif kecil, namun sepanjang 2009 hingga 2013 menunjukkan surplus. Surplus terbesar terjadi pada 2011 mencapai USD76,09 juta.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hubungan Dagang 2 Musuh...
Hubungan Dagang 2 Musuh Utama Amerika Kian Lengket: Tembus Rp244,7 Triliun
Melihat Sudut Pandang...
Melihat Sudut Pandang China ke Indonesia, Mitra Dagang Terbesar dalam 1 Dekade
RI-Bangladesh Sepakati...
RI-Bangladesh Sepakati Kerja Sama Dagang Rp4,53 Triliun
Mengembalikan Persahabatan...
Mengembalikan Persahabatan Indonesia-Rusia
Jepang Garap 6.794 Proyek...
Jepang Garap 6.794 Proyek di Indonesia, Airlangga Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
6 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
8 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved