Emas bukukan kerugian terbesar dalam 2 bulan
Sabtu, 23 November 2013 - 13:46 WIB
Emas bukukan kerugian terbesar dalam 2 bulan
A
A
A
Sindonews.com - Harga emas global pekan ini berakhir sedikit berubah, tetapi secara keseluruhan membukukan penurunan mingguan paling tajam dalam lebih dari dua bulan karena data ekonomi AS yang kuat, mengangkat ketidakpastian atas waktu pengurangan program stimulus.
Bullion investor tetap berhati-hati. Dimana pada Rabu (20/11/2013) lalu, emas sempat jatuh 2,5 persen setelah pertemuan Federal Reserve AS, Oktober 2013, menunjukkan bank sentral AS bisa mulai kembali ke skala stimulus moneter pada pertemuan mereka berikutnya.
Permintaan fisik mengecewakan dari Asia dan outflow dana yang diperdagangkan di bursa emas juga menekan harga logam mulia.
"Investor berada dalam modus menunggu dan memantau dengan tidak ada urgensi untuk membeli emas. Pembatasan impor yang dikenakan India juga menghambat permintaan saat musim belanja emas di sana," kata Rohit Savant, analis komoditas senior CPM Group, seperti dilansir dari Economic Times, Sabtu (23/11/2013).
Dealer di Asia mengatakan ada kenaikan kecil dalam permintaan tetapi diragukan akan terus berlangsung, dengan sebagian konsumen mungkin harus menunggu pasar pergi lebih rendah.
Spot emas naik tipis 31 sen menjadi USD1.242.66 per ounce pada pukul 03.07 EST (20.07 GMT). Logam mencapai titik terendah baru dalam 4,5 bulan di angka USD1,236.29 pada sesi sebelumnya.
Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 50 sen menjadi USD1.244,10 per ounce, dengan volume perdagangan sekitar 10 persen di atas rata-rata dalam 30 hari (data awal Reuters).
Emas berlekuk ke penurunan mingguan 3,7 persen. Sementara perak membukukan kerugian terbesar sejak pertengahan September, turun 4,5 persen.
"Penurunan harga emas yang terlihat sejak awal pekan ini, telah melemahkan gambaran teknis dan tingkat penting berikutnya untuk menyaksikan dengan jelas (harga) di USD1.200," kata Bernard Dahdah, analis logam mulia Natixis.
Holdings dari SPDR Gold Trust, exchange-traded fund emas terbesar di dunia, turun 3,6 ton ke level terendah sejak awal 2009 di angka 856,71 ton pada Kamis (21/11/2013). Dimana arus keluar telah mencapai 450 ton tahun ini.
Perak turun 0,5 persen menjadi USD19,82 per ounce. Platinum turun 0,2 persen menjadi USD1.381.99 per ounce, sedangkan paladium naik 0,4 persen menjadi USD713,15 per ounce.
HSBC memangkas proyeksi harga platinum 2013 menjadi USD1.500 per ounce dari USD1.580, di tangah pelemahan harga emas dan pergeseran investasi ke ekuitas telah menyakiti platinum tahun ini.
Bullion investor tetap berhati-hati. Dimana pada Rabu (20/11/2013) lalu, emas sempat jatuh 2,5 persen setelah pertemuan Federal Reserve AS, Oktober 2013, menunjukkan bank sentral AS bisa mulai kembali ke skala stimulus moneter pada pertemuan mereka berikutnya.
Permintaan fisik mengecewakan dari Asia dan outflow dana yang diperdagangkan di bursa emas juga menekan harga logam mulia.
"Investor berada dalam modus menunggu dan memantau dengan tidak ada urgensi untuk membeli emas. Pembatasan impor yang dikenakan India juga menghambat permintaan saat musim belanja emas di sana," kata Rohit Savant, analis komoditas senior CPM Group, seperti dilansir dari Economic Times, Sabtu (23/11/2013).
Dealer di Asia mengatakan ada kenaikan kecil dalam permintaan tetapi diragukan akan terus berlangsung, dengan sebagian konsumen mungkin harus menunggu pasar pergi lebih rendah.
Spot emas naik tipis 31 sen menjadi USD1.242.66 per ounce pada pukul 03.07 EST (20.07 GMT). Logam mencapai titik terendah baru dalam 4,5 bulan di angka USD1,236.29 pada sesi sebelumnya.
Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 50 sen menjadi USD1.244,10 per ounce, dengan volume perdagangan sekitar 10 persen di atas rata-rata dalam 30 hari (data awal Reuters).
Emas berlekuk ke penurunan mingguan 3,7 persen. Sementara perak membukukan kerugian terbesar sejak pertengahan September, turun 4,5 persen.
"Penurunan harga emas yang terlihat sejak awal pekan ini, telah melemahkan gambaran teknis dan tingkat penting berikutnya untuk menyaksikan dengan jelas (harga) di USD1.200," kata Bernard Dahdah, analis logam mulia Natixis.
Holdings dari SPDR Gold Trust, exchange-traded fund emas terbesar di dunia, turun 3,6 ton ke level terendah sejak awal 2009 di angka 856,71 ton pada Kamis (21/11/2013). Dimana arus keluar telah mencapai 450 ton tahun ini.
Perak turun 0,5 persen menjadi USD19,82 per ounce. Platinum turun 0,2 persen menjadi USD1.381.99 per ounce, sedangkan paladium naik 0,4 persen menjadi USD713,15 per ounce.
HSBC memangkas proyeksi harga platinum 2013 menjadi USD1.500 per ounce dari USD1.580, di tangah pelemahan harga emas dan pergeseran investasi ke ekuitas telah menyakiti platinum tahun ini.
(dmd)
Lihat Juga :