Perlambatan ekonomi buat IHSG tergerus

Minggu, 24 November 2013 - 13:07 WIB
Perlambatan ekonomi...
Perlambatan ekonomi buat IHSG tergerus
A A A
Sindonews.com - Dalam beberapa bulan terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan jual yang menyebabkan IHSG harus turun dari level tertingginya di 5.214,97 hingga yang terendah di level 4.026 hanya dalam waktu 3 bulan saja.

Perlambatan ekonomi dan penjualan yang dilakukan oleh investor asing membuat penurunan cepat terjadi. Saat ini pada 2013 telah terjadi penjualan bersih sebesar Rp14,9 triliun.

Analis PT First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, The Fed mulai merencanakan untuk mengurangi quantitative easing (QE) menjadi sentimen negatif.

Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menyatakan dapat mulai mengurangi program pembelian aset bulanannya sebesar USD85 miliar pada salah satu pertemuan The Fed berikutnya.

“Tentu saja, saat pertemuan itu berlangsung, pertumbuhan ekonomi AS harus dalam kondisi yang menjanjikan,” kata David dalam risetnya, Minggu (24/11/2013).

Menurutnya, rencana The Fed tersebut sangat mempengaruhi aliran dana asing di Indonesia. Sejak QE diluncurkan pada November 2008, investor asing selalu membukukan pembelian bersih pada pasar modal Indonesia. Pada 2008 Asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp18,6 triliun, 2009 Rp13,2 triliun, 2010 Rp20,9 triliun, 2011 Rp24,29 triliun, dan 2012 Rp15,88 triliun. Total Rp93 trliun dana masuk pada periode tersebut.

Masuknya dana ini mendorong IHSG menguat hingga saat ini berada di level 4.300an. Berkurangnya QE akan membuat aliran dana ini kembali ke negara asalnya.

Dia melanjutkan, yang mengkhawatirkan adalah besarnya dominasi asing di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data yang tercatat di KSEI per 1 November 2013, porsi kepemilikan asing di Indonesia adalah sebesar 57,87 persen, sedangkan investor lokal 43,13 persen. “Hal ini tentu membuat besarnya pengaruh aksi jual yang dilakukan asing terhadap pergerakan indeks,” ujar dia.

Masih sedikitnya jumlah investor juga disinyalir membuat masih sedikitnya porsi kepemilikan lokal. Saat ini jumlah investor hanya sebanyak 404 ribu. Ini berarti hanya sebesar 0,2 persen dari total penduduk Indonesia yang berpartisipasi di pasar modal.

Jika pasar modal Indonesia dalam kondisi seperti ini, maka tentu saja pengaruh investor asing menjadi sangat dominan terhadap pergerakan indeks. “Oleh karena itu jumlah dan total investasi investor domestik harus ditingkatkan,” tandas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Literasi Investasi Saham...
Literasi Investasi Saham Berbasis Syariah
Pembukaan Perdagangan...
Pembukaan Perdagangan Dalam Rangka HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal pada Juni 2023 Sebesar Rp154,13 Triliun
Kolaborasi untuk Menciptakan...
Kolaborasi untuk Menciptakan 1 Juta Investor Baru di Pasar Modal
AEI Rayakan HUT ke-37,...
AEI Rayakan HUT ke-37, Pasar Modal Indonesia Terus Tunjukan Penguatan
Alhamdulillah, Belajar...
Alhamdulillah, Belajar Analisis Fundamental Syariah GRATIS di Webinar MNC Sekuritas!
Berita Terkini
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
15 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
26 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved