Indonesia belum maju jika orang terkaya itu-itu saja

Minggu, 24 November 2013 - 15:23 WIB
Indonesia belum maju...
Indonesia belum maju jika orang terkaya itu-itu saja
A A A
Sindonews.com - Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menilai, Indonesia belum dikatakan sebagai negara maju jika daftar nama konglomerat masih berkecimpung dalam industri pertambangan, perkebunan dan rokok.

"Dari dulu daftar 50 orang terkaya di Indonesia tidak berbeda jauh dengan sekarang meskipun ada nama-nama baru. Tapi Indonesia belum maju kalau orang-orang terkaya itu masih bergerak di sektor tambang, kebun dan rokok," jelas dia di Subang, Jawa Barat, Minggu (24/11/2013).

Menurut Bambang, kondisi ini berbeda dengan deretan triliuner versi luar negeri yang justru banyak diisi oleh sektor-sektor berbeda, seperti ritel, telekomunikasi, fesyen dan sebagainya.

"Kalau orang-orang terkaya di Indonesia saat ini sudah banyak diambil alih oleh anak-anaknya. Intinya orang-orang kaya itu ya mereka-mereka saja cuma berganti kepemilikan. Tapi ada juga nama konglomerat yang mulai hilang karena mungkin bisnisnya bubar," ucap dia.

Bambang bilang, data tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat terbatas padahal pemerintah terus berupaya mendorong penciptaan dan peningkatan basis Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"Misalnya saja pengusaha properti selalu saja dipegang Agung Podomoro. Memang mereka bisa menjaga bisnisnya, tapi hal ini juga berarti pesaing di sektor properti memang tidak banyak. Maka dari itu, kita ingin menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru lewat UKM," tutur dia.

Jika merujuk data Kementerian Keuangan, realisasi investasi Januari-September 2013 menembus sebesar Rp293,3 triliun atau naik 27,6 persen. Dari porsi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp199,2 triliun atau naik 21,3 persen dan sebesar Rp94,1 triliun atau meningkat 43,2 persen untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

"PMDN tinggi membuktikan semakin banyak orang Indonesia melakukan investasi baru. Ada pergerakan investasi domestik bakal lebih aktif dan mulai masuk ke industri atau bisnis yang membutuhkan modal besar," tandas Bambang.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kekayaan Kaisar Rusia...
Kekayaan Kaisar Rusia Tsar Nicholas II, Salah Satu Pria Terkaya di Dunia
Profil Munib Al Masri,...
Profil Munib Al Masri, Orang Terkaya di Palestina yang Peduli dengan Kesejahteraan Wilayahnya
Baru 18 Tahun Punya...
Baru 18 Tahun Punya Harta Rp51,8 Triliun, Ini 15 Miliarder Muda Terkaya di Dunia
10 Tokoh Terkaya di...
10 Tokoh Terkaya di Indonesia Tahun 2020, Versi Forbes
Adu Tajir Triliuner...
Adu Tajir Triliuner Islam, Nasrani, Hindu, hingga Yahudi: Juaranya Punya Harta Rp3.514 Triliun
Profil Larry Ellison,...
Profil Larry Ellison, Miliarder Yahudi Terkaya Versi Forbes 2023
Berita Terkini
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
13 menit yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
17 menit yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
20 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
36 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
1 jam yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
1 jam yang lalu
Infografis
Jumlah Pengangguran...
Jumlah Pengangguran di Indonesia Tembus 7,47 Juta Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved