Rupiah diprediksi masih di kisaran Rp11.700
Senin, 25 November 2013 - 08:31 WIB
Rupiah diprediksi masih di kisaran Rp11.700
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju nilai tukar rupiah memiliki potensi menguat tipis setelah pekan lalu akhirnya menembus kisaran Rp11.700/USD.
"Rupiah masih di atas target support Rp11.738/USD. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.727-11.685/USD mengacu kurs tengah BI," ujar Reza Priyambada, Senin (25/11/2013).
Tipisnya penguatan ini, dia menjelaskan, lantaran pelaku pasar merespon hasil rilis meeting Federal Open Market Committee (FOMC) yang masih mensinyalkan akan adanya pengurangan stimulus.
"Namun, laju yuan dan yen masih melemah seiring sentimen internal China dan internal Jepang," kata Reza.
Lemahnya mata uang yuan datang dari sentimen berupa imbas pelemahan rilis angka preindeks manufakturnya dan internal Jepang, dimana Gubernur BoJ Kuroda telah berupaya membatasi peningkatan imbal hasil jangka panjang terhadap yen, sehingga turut berimbas pada terbatasnya penguatan nilai tukar rupiah.
Pada akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir pada level Rp11.700/USD atau menguat 5 poin dari penutupan perdagangan Kamis (21/11/2013) di level Rp11.705/USD.
Sementara rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada Jumat (22/11/2013) di level Rp11.706/USD atau menguat 11 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.717/USD.
"Rupiah masih di atas target support Rp11.738/USD. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.727-11.685/USD mengacu kurs tengah BI," ujar Reza Priyambada, Senin (25/11/2013).
Tipisnya penguatan ini, dia menjelaskan, lantaran pelaku pasar merespon hasil rilis meeting Federal Open Market Committee (FOMC) yang masih mensinyalkan akan adanya pengurangan stimulus.
"Namun, laju yuan dan yen masih melemah seiring sentimen internal China dan internal Jepang," kata Reza.
Lemahnya mata uang yuan datang dari sentimen berupa imbas pelemahan rilis angka preindeks manufakturnya dan internal Jepang, dimana Gubernur BoJ Kuroda telah berupaya membatasi peningkatan imbal hasil jangka panjang terhadap yen, sehingga turut berimbas pada terbatasnya penguatan nilai tukar rupiah.
Pada akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir pada level Rp11.700/USD atau menguat 5 poin dari penutupan perdagangan Kamis (21/11/2013) di level Rp11.705/USD.
Sementara rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada Jumat (22/11/2013) di level Rp11.706/USD atau menguat 11 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.717/USD.
(rna)