Hatta: Kemiskinan masyarakat selalu karena pangan
Selasa, 26 November 2013 - 16:55 WIB
Hatta: Kemiskinan masyarakat selalu karena pangan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku angka kemiskinan yang masih berada pada kisaran 11,5 persen penduduk Indonesia berkaitan erat dengan harga pangan.
Pasalnya, hampir 30 sampai 40 persen pengeluaran masyarakat miskin hanya digunakan untuk membeli komoditas pangannya. Hatta juga menyebut inflasi akibat meningkatnya harga pangan akan membuat masyarakat miskin tersebut semakin tertekan.
"Makanya rapat yang paling sering saya pimpin adalah rapat pangan untuk menahan masyarakat kita terkena dampak kenaikan harga pangan," ujar Hatta di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/11/2013).
Salah satu yang telah dilakukan pihaknya dengan Bappenas adalah pemberian Bantuan Langsung Tunai Masyarakat (BLSM) ketika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik untuk meringankan beban masyarakat daam membeli pangan.
"Kemudian pemberian raskin sampai 15 kali. Kalau itu berjalan dengan efektif sampai ke tangan maka kemiskinan tidak akan melonjak," lanjutnya.
Meskipun demikian, Hatta meminta program-program sosial tersebut dialokasikan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan agar angka kemiskinan tidak meningkat.
"Dalam artian kalau pemberian beras 15 kilogram itu harus 15 kilogram, jangan sampai kenyataannya masyarakat menerima 5 kilogram saja," pungkas Hatta.
Pasalnya, hampir 30 sampai 40 persen pengeluaran masyarakat miskin hanya digunakan untuk membeli komoditas pangannya. Hatta juga menyebut inflasi akibat meningkatnya harga pangan akan membuat masyarakat miskin tersebut semakin tertekan.
"Makanya rapat yang paling sering saya pimpin adalah rapat pangan untuk menahan masyarakat kita terkena dampak kenaikan harga pangan," ujar Hatta di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/11/2013).
Salah satu yang telah dilakukan pihaknya dengan Bappenas adalah pemberian Bantuan Langsung Tunai Masyarakat (BLSM) ketika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik untuk meringankan beban masyarakat daam membeli pangan.
"Kemudian pemberian raskin sampai 15 kali. Kalau itu berjalan dengan efektif sampai ke tangan maka kemiskinan tidak akan melonjak," lanjutnya.
Meskipun demikian, Hatta meminta program-program sosial tersebut dialokasikan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan agar angka kemiskinan tidak meningkat.
"Dalam artian kalau pemberian beras 15 kilogram itu harus 15 kilogram, jangan sampai kenyataannya masyarakat menerima 5 kilogram saja," pungkas Hatta.
(gpr)
Lihat Juga :