SBY: Jujur saya katakan perekonomian kita tidak baik
Rabu, 27 November 2013 - 11:39 WIB
SBY: Jujur saya katakan perekonomian kita tidak baik
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyentil banyak pihak yang mengatakan bahwa ekonomi Indonesia baik-baik saja, kurang memahami negara ini sedang mengalami tekanan perekonomian.
"Beberapa kurang paham dan mengatakan semua baik, saya katakan sebenarnya 'it is not' (kita tidak baik)," ujar SBY saat pembukaan Kompas100 CEO Forum di JCC, Jakarta, Rabu (27/11/2013).
SBY menyebut pertumbuhan ekonomi dunia yang terus dikoreksi oleh IMF dari 3,3 persen menjadi 2,9 persen membuat situasi perekonomian global kian tidak menentu.
Ditambah lagi pertumbuhan ekonomi negara maju seperti Amerika Serikat dan juga Jepang yang masih di bawah 4 persen membuat dunia masih berada dalam situasi ketidakpastian.
"Negara maju lainnya masih struggling, perekonomian Brazil, Russia, China, India, dan Afrika Selatan (BRICS) masih terhambat, serta perekonomian negara berkembang seperti kita yang juga melambat," lanjutnya.
Hal ini diperparah dengan keputusan Bank Sentral AS (The Fed) yang merencanakan penarikan dana likuiditas (tapering off) akan mengakibatkan tekanan luar biasa pada perekonomian negara lain.
"Akan terjadi tekanan luar biasa, dolar akan kembali ke Paman Sam, modal akan balik kanan dan rupiah akan melemah," sambungnya.
Oleh karena itu SBY meminta agar semua pihak senantiasa bekerja siang dan malam untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan terburuk dari kondisi perekonomian global saat ini.
"Bahkan kerja siang malam jangan dilakukan saat ekonomi seperti ini, namun juga saat perekonomian kita sedang baik," tandasnya.
"Beberapa kurang paham dan mengatakan semua baik, saya katakan sebenarnya 'it is not' (kita tidak baik)," ujar SBY saat pembukaan Kompas100 CEO Forum di JCC, Jakarta, Rabu (27/11/2013).
SBY menyebut pertumbuhan ekonomi dunia yang terus dikoreksi oleh IMF dari 3,3 persen menjadi 2,9 persen membuat situasi perekonomian global kian tidak menentu.
Ditambah lagi pertumbuhan ekonomi negara maju seperti Amerika Serikat dan juga Jepang yang masih di bawah 4 persen membuat dunia masih berada dalam situasi ketidakpastian.
"Negara maju lainnya masih struggling, perekonomian Brazil, Russia, China, India, dan Afrika Selatan (BRICS) masih terhambat, serta perekonomian negara berkembang seperti kita yang juga melambat," lanjutnya.
Hal ini diperparah dengan keputusan Bank Sentral AS (The Fed) yang merencanakan penarikan dana likuiditas (tapering off) akan mengakibatkan tekanan luar biasa pada perekonomian negara lain.
"Akan terjadi tekanan luar biasa, dolar akan kembali ke Paman Sam, modal akan balik kanan dan rupiah akan melemah," sambungnya.
Oleh karena itu SBY meminta agar semua pihak senantiasa bekerja siang dan malam untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan terburuk dari kondisi perekonomian global saat ini.
"Bahkan kerja siang malam jangan dilakukan saat ekonomi seperti ini, namun juga saat perekonomian kita sedang baik," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :