Harga minyak di perdagangan global tergelincir

Kamis, 28 November 2013 - 21:15 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan global tergelincir
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini kembali turun, setelah para dealer terfokus pada lonjakan tak terduga persedian Amerika Serikat (AS), memicu kekhawatiran kelebihan pasokan minyak di ekonomi terbesar dunia itu.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, merosot 14 sen menjadi USD92,16 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Januari, turun 33 sen menjadi USD110,98 per barel pada perdagangan di London.

Penurunan WTI datang setelah Departemen Energi AS melaporkan stok minyak mentah komersial meningkat sebesar 3 juta barel pada pekan lalu, jauh di atas perkiraan analis sebesar 500.000 yang disurvei oleh Wall Street Journal.

Kenaikan besar terbaru dibangun dalam beberapa pekan terakhir. Di mana sejak 13 September stok minyak mentah komersial telah meningkat 35,8 juta atau lebih dari 10 persen.

"Minyak mentah WTI mengalami kerugian yang signifikan selama dua hari terakhir, sebagian besar didorong kekhawatiran stok di AS," kata Phillip Futures, analis berbasis di Singapura dalam sebuah catatan, seperti dilansir dari AFP, Kamis (28/11/2013).

"Stok tinggi di AS kemungkinan akan disumbang oleh produksi yang kuat secara terus-menerus di negara tersebut," lanjutnya, sambil menambahkan bahwa output memukul 8.020.000 barel dalam pekan hingga 22 November, level tertinggi sejak Januari 1989.

Harga minyak AS sempat diperdagangkan di atas USD100 per barel untuk sebagian besar musim panas. Namun, harga turun di bawah USD100 sejak 21 Oktober, karena meningkatnya pasokan dan ketegangan geopolitik telah mereda, termasuk keputusan Washington untuk menunda aksi militer di Suriah dan hubungan lebih baik dengan Iran.

Brent Eropa tetap didukung meningkatnya keprihatinan atas pertikaian politik di Libya, salah satu anggota dari kartel minyak OPEC. Di mana para pengunjuk rasa dengan berbagai tuntutan memblokir terminal ekspor minyak dan gas sejak akhir Juli, menyebabkan pendapatan anjlok 80 persen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved