Diselimuti sentimen negatif, IHSG melemah terbatas
Jum'at, 29 November 2013 - 08:15 WIB
Diselimuti sentimen negatif, IHSG melemah terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan akhir pekan sekaligus perdagangan di akhir bulan November 2013 ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak mabuk laut diterjang ombak sentimen negatif yang kian hebat menerpa.
Dari sisi teknikal, pola yang terbentuk membuka peluang pelemahan pada perdagangan Jumat keramat ini. "Rentang IHSG 4.199-4.271. Pola black candle terbentuk atas IHSG mengindikasikan bearish reversal (pelemahan lanjutan)," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Jumat (29/11/2013).
Dari sisi sentimen, pernyataan Senior Resident Representative IMF di Indonesia Benedict Bingham semakin menguatkan perkiraan bahwa perekonomian Indonesia ke depannya masih akan mengalami tekanan terutama setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan blunder mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC).
Benedict mengatakan, defisit neraca transaksi berjalan yang saat ini membebani perekonomian Indonesia dinilai sudah tidak sehat lagi. Ditambah kebijakan LCGC tersebut, menurut Edwin, akan menambah tekanan atas deficst curent account ke depannya.
Selain itu, Edwin menambahkan, merujuk melemahnya leju rupiah ke level 12.000/USD membuat pergerakan IHSG Jumat ini berpotensi kembali melemah dalam kisaran terbatas.
"Sehingga di sisa 19 hari perdagangan menjelang closing IHSG tahun 2013 nampaknya akan berat menuju level 4.570, syukur bisa ditutup sama seperti level awal tahun 2013 di level 4.316," ujar dia.
Dari sisi teknikal, pola yang terbentuk membuka peluang pelemahan pada perdagangan Jumat keramat ini. "Rentang IHSG 4.199-4.271. Pola black candle terbentuk atas IHSG mengindikasikan bearish reversal (pelemahan lanjutan)," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Jumat (29/11/2013).
Dari sisi sentimen, pernyataan Senior Resident Representative IMF di Indonesia Benedict Bingham semakin menguatkan perkiraan bahwa perekonomian Indonesia ke depannya masih akan mengalami tekanan terutama setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan blunder mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC).
Benedict mengatakan, defisit neraca transaksi berjalan yang saat ini membebani perekonomian Indonesia dinilai sudah tidak sehat lagi. Ditambah kebijakan LCGC tersebut, menurut Edwin, akan menambah tekanan atas deficst curent account ke depannya.
Selain itu, Edwin menambahkan, merujuk melemahnya leju rupiah ke level 12.000/USD membuat pergerakan IHSG Jumat ini berpotensi kembali melemah dalam kisaran terbatas.
"Sehingga di sisa 19 hari perdagangan menjelang closing IHSG tahun 2013 nampaknya akan berat menuju level 4.570, syukur bisa ditutup sama seperti level awal tahun 2013 di level 4.316," ujar dia.
(rna)
Lihat Juga :