IHSG diprediksi bergerak di kisaran 4.199-4.271
Jum'at, 29 November 2013 - 08:55 WIB
IHSG diprediksi bergerak di kisaran 4.199-4.271
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diharapkan bisa merespon positif upaya bank Indonesia (BI) maupun Kementerian Keuangan guna memperbaiki fundamental ekonomi RI.
"Kami memperkirakan bursa Indonesia hari ini bergerak pada kisaran 4.199-4.271," ujar analis PT Anugerah Securindo Indah, Bertoni Rio, Jumat (29/11/2013).
Menilik laju kemarin, IHSG tampak gagal bertahan di zona positif yang ditutup terkoreksi sebesar 17,56 poin menuju 4.233. Pergerakan IHSG bertahan di atas psikologis 4.200.
Aksi ambil untung (profit taking) yang terjadi perdagangan kemarin dibebani depresiasi rupiah yang telah melewati batas psikologsi Rp12.018 per USD, walaupun asing melanjutkan pembelian bersih.
Nilai transaksi relatif sepi hanya mencapai Rp3,67 triliun termasuk crossing LPKR sejumlah Rp58,75 miliar (AK & AK) dan BMTR senilai Rp57,60 miliar (EP & DB). Nilai transaksi asing membukukan pembelian bersih senilai Rp85 miliar.
Bursa Asia kemarin ditutup variatif, dimana bursa Jepang memimpin penguatan setelah mata uang yen mengalami depresiasi di posisi 102 yen/USD, sehingga menguntungkan perusahaan eksportir di Jepang.
Perdagangan di Dow Jones semalam tutup seiring peringati Thanksgiving Day. Sementara, mayoritas bursa Eropa pada perdagangan kemarin ditutup menguat seiring euphoria data ekonomi AS sebelumnya menunjukkan pertumbuhan dan meredahnya kecemasan genjolak politik di Jerman setelah dikabarkan dua kubu partai di Jerman mencapai kesepakatan guna menjalankan koalisi.
"Kami memperkirakan bursa Indonesia hari ini bergerak pada kisaran 4.199-4.271," ujar analis PT Anugerah Securindo Indah, Bertoni Rio, Jumat (29/11/2013).
Menilik laju kemarin, IHSG tampak gagal bertahan di zona positif yang ditutup terkoreksi sebesar 17,56 poin menuju 4.233. Pergerakan IHSG bertahan di atas psikologis 4.200.
Aksi ambil untung (profit taking) yang terjadi perdagangan kemarin dibebani depresiasi rupiah yang telah melewati batas psikologsi Rp12.018 per USD, walaupun asing melanjutkan pembelian bersih.
Nilai transaksi relatif sepi hanya mencapai Rp3,67 triliun termasuk crossing LPKR sejumlah Rp58,75 miliar (AK & AK) dan BMTR senilai Rp57,60 miliar (EP & DB). Nilai transaksi asing membukukan pembelian bersih senilai Rp85 miliar.
Bursa Asia kemarin ditutup variatif, dimana bursa Jepang memimpin penguatan setelah mata uang yen mengalami depresiasi di posisi 102 yen/USD, sehingga menguntungkan perusahaan eksportir di Jepang.
Perdagangan di Dow Jones semalam tutup seiring peringati Thanksgiving Day. Sementara, mayoritas bursa Eropa pada perdagangan kemarin ditutup menguat seiring euphoria data ekonomi AS sebelumnya menunjukkan pertumbuhan dan meredahnya kecemasan genjolak politik di Jerman setelah dikabarkan dua kubu partai di Jerman mencapai kesepakatan guna menjalankan koalisi.
(rna)
Lihat Juga :