Pengusaha yakin pelemahan rupiah bikin RI lebih kompetitif
Jum'at, 29 November 2013 - 13:02 WIB
Pengusaha yakin pelemahan rupiah bikin RI lebih kompetitif
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi nilai tukar rupiah yang menembus Rp12.000/USD diyakini pengusaha yang juga pemilik perusahaan Northstar Investment Patrick Walujo akan membuat Indonesia lebih kompetitif ke depannya.
Patrick mengatakan, akan lebih kompetititf karena harga barang ekspor Indonesia akan lebih murah dibandingkan barang impor. Sehingga impor yang selama ini terlalu masif bisa ditekan.
"Harapan pengusaha yang penting nilai tukarnya stabil dan jangan naik turun karena kalau naik turun kami yang susah membuat perencanaannya," ujar Patrick di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (30/11/2013).
Patrick juga mengakui, kendati daya beli konsumen akan terpengaruh inflasi akibat naiknya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dalam jangka pendek, namun secara long term hal ini bermakna positif bagi perekonomian.
"Tetapi untuk mengatasi defisit transaksi berjalan akan sangat positif karena ekspor kita akan lebih kompetitif dan impornya akan lebih berkurang," lanjutnya.
Dia mengaku siap menghadapi pelemahan rupiah. Patrick menyebut kebijakan yang sudah dilakukan Bank Indonesia (BI) sebagai otritas moneter dan pemerintah sebagai otoritas fiskal memang benar.
"Terutama pemerintah yang sudah melakukan kebijaksanaan yang fundamental soal (mengurangi) subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)," pungkasnya.
Patrick mengatakan, akan lebih kompetititf karena harga barang ekspor Indonesia akan lebih murah dibandingkan barang impor. Sehingga impor yang selama ini terlalu masif bisa ditekan.
"Harapan pengusaha yang penting nilai tukarnya stabil dan jangan naik turun karena kalau naik turun kami yang susah membuat perencanaannya," ujar Patrick di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (30/11/2013).
Patrick juga mengakui, kendati daya beli konsumen akan terpengaruh inflasi akibat naiknya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dalam jangka pendek, namun secara long term hal ini bermakna positif bagi perekonomian.
"Tetapi untuk mengatasi defisit transaksi berjalan akan sangat positif karena ekspor kita akan lebih kompetitif dan impornya akan lebih berkurang," lanjutnya.
Dia mengaku siap menghadapi pelemahan rupiah. Patrick menyebut kebijakan yang sudah dilakukan Bank Indonesia (BI) sebagai otritas moneter dan pemerintah sebagai otoritas fiskal memang benar.
"Terutama pemerintah yang sudah melakukan kebijaksanaan yang fundamental soal (mengurangi) subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)," pungkasnya.
(izz)