Rupiah melemah, dua sektor ini layak dikoleksi

Sabtu, 30 November 2013 - 17:49 WIB
Rupiah melemah, dua...
Rupiah melemah, dua sektor ini layak dikoleksi
A A A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang tidak stabil memberi imbas negatif terhadap bursa saham Indonesia. Dengan kondisi bergejolak saat ini banyak sektor saham tidak sepenuhnya aman untuk dikoleksi.

Kendati demikian, Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, kedua sektor masih memungkinkan untuk dikoleksi di saat rupiah mengalami pelemahan, yakni perkebunan dan pertambangan.

"Memang kalau sekarang sebenarnya tidak ada yang benar-benar aman karena pelemahan rupiah, tapi yang paling memungkinkan yaitu dari sektor pertambangan dan perkebunan," kata dia ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (30/11/2013).

Dia menjelaskan, kedua sektor tersebut layak karena merupakan komoditas yang paling banyak diekspor. Jadi ketika USD naik, sektor ini diuntungkan.

"Tapi layak atau tidaknya sektor ini diakumulasi kembali lagi ke market," ujar dia.

Sekedar mengingatkan, rupiah berdasarkan data Bloomberg ada Kamis (28/11/2013) menembus level Rp12.018/USD. Namun, sehari setelahnya atau Jumat (29/11/2013), mata uang lokal berhasil menguat ke level R11.965/USD setelah Bank Indonesia melakukan intervensi ke pasar valuta asing (valas).

Sementara pada akhir perdagangan pekan ini, sektor perkebunan melonjak 2,18 persen dan tambang naik 0,99 persen. Selain dua sektor itu, sektor lain yang positif adalah konsumer terkerek 0,38 persen, infrastruktur tumbuh 0,89 persen, perdagangan menguat 0,35 persen, keuangan naik 0,75 persen dan properti melonjak 1,27 persen.

Sedangkan sektor saham yang melemah adalah aneka industri yang susut 0,42 persen, manufaktur turun 0,12 persen dan industri dasar terkoreksi 0,72 persen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Diprediksi Reli...
IHSG Diprediksi Reli Seiring Fluktuasi Rupiah dan Harga Komoditas
IHSG Ambruk 5,91% dan...
IHSG Ambruk 5,91% dan Rupiah Tertekan, Pasar Indonesia Hadapi Perfect Storm
Rupiah dan Minyak Dunia...
Rupiah dan Minyak Dunia Jadi Ujian Berat IHSG, Cek Proyeksi Pasar Saham RI Pekan Ini
Trump Tutup Konsulat...
Trump Tutup Konsulat China di AS, Rupiah Diramal Keok Hari Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Simak! Prediksi Pergerakan...
Simak! Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
34 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved