IHSG tunggu rilis inflasi November

Senin, 02 Desember 2013 - 08:41 WIB
IHSG tunggu rilis inflasi...
IHSG tunggu rilis inflasi November
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang 'dag dig dug' menanti data ekonomi Indonesia, yakni data inflasi dan neraca perdagangan yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini.

Setelah selama sepekan lalu IHSG turun 1,42 persen atau selama November IHSG turun tajam 5,63 persen diiringi aksi jual asing selama 48 minggu sebesar Rp18,61 triliun, maka harapan terakhir pada 2013 adalah bulan Desember ini yang akan bergerak dalam kisaran 4.132-4.449.

Salah satu penentunya adalah dirilisnya beberapa data ekonomi penting pada hari Senin, yakni inflasi November serta EXIM Oktober. Sekedar mengingatkan, inflasi Oktober secara year on year (yoy) berada pada level 8,32 persen dan inflasi berpotensi naik setelah rupiah kembali terdepresiasi atas USD dalam sebulan ini.

"Jika data makro ekonomi tersebut mengecewakan maka harapan Santa Clause yang biasanya datang di bulan Desember bisa buyar. Padahal kedatangannya sangat diperlukan sebelum masuk masa yang sangat volatile di semester I/2014," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Senin (2/12/2013).

Meskipun demikian, Edwin menjelaskan, bila dilihat dari lajunya secara teknikal tampak IHSG mulai bergeser pada tren penguatannya. Dia memperediksi rentang IHSG di kisaran 4.231-4.282.

"Pola piercing terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal," papar dia.

Dari luar negeri, walaupun sejak tahun 1950, Dow Jones naik di bulan Desember, tetapi bukan berarti akan dilalui dengan mudah karena minggu ini data ekonomi yang dirilis cukup berat terutama retail sales setelah libur panjang Thanksgiving.

Yang artinya, dimulainya holiday shopping season and employment yang akan dipakai sebagai petunjuk mengenai taperring off serta ketegangan antara China VS Jepang-Korsel-AS.

Adapun, data penting terkait employment yang akan dirilis, yakni NFP bulan November, dimana konsensus ekonom diperkirakan 185.000 pekerjaan akan tercipta atau turun dibandingkan data Oktober sebanyak 204.000 pekerjaan.

Tak kalah pentingnya adalah ADP November atas private sector payrolls di hari Rabu dan weekly jobless claims di hari Kamis. Data lain yang ditunggu adalah ISM manufacturing and services sector serta ISM factory index yang akan dirilis pada Senin dan Rabu.

Kemudian diikuti pula dengan rilis factory orders Kamis dan consumer sentiment dari University of Michigan pada penghujung pekan atau pada hari Jumat.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Tembus USD16,54 Miliar,...
Tembus USD16,54 Miliar, Ekspor Desember 2020 Tertinggi Sejak 2013
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
236 Saham Menguat, IHSG...
236 Saham Menguat, IHSG Dibuka Meluncur ke Level 6.158
Mainkan 8 Saham Ini...
Mainkan 8 Saham Ini Saat IHSG Bakal Melanjutkan Tren Penguatan
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
Sejak November, 90 Kapal...
Sejak November, 90 Kapal Israel, AS, dan Inggris Diserang Houthi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved