Pemerintah siap lakukan pengetatan fiskal dan moneter

Senin, 02 Desember 2013 - 10:45 WIB
Pemerintah siap lakukan...
Pemerintah siap lakukan pengetatan fiskal dan moneter
A A A
Sindonews.com - Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah mengatakan, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menekan permintaan dan menyeimbangkan posisi supply dan demand agar tidak menggerus fundamental ekonomi nasional.

"Pemerintah untuk sementara waktu akan melakukan pengetatan fiskal dan moneter sebagai upaya untuk memberikan ruang gerak yang cukup, dalam mempertahankan stabilitas dan fundamental perekonomian nasional," ungkap Firmanzah seperti dikutip dari situs resmi Setkab, Senin (2/12/2013).

Pengetatan fiskal, kata dia, ditempuh melalui paket kebijakan ekonomi jilid 2, di antaranya menaikkan pajak atas barang konsumsi impor. Selain itu, pengetatan defisit juga tercermin dari desain defisit fiskal APBN dari 2,4 persen menjadi 1,69 persen pada 2014.

Adapun pengetatan moneter dilakukan Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 7,5 persen. Menurutnya, pemerintah mengedepankan stabilitas ekonomi dengan menahan laju pertumbuhan yang terlalu tinggi.

Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi pemanasan ekonomi (overheating) seperti yang terjadi di beberapa negara lainnya.

"Kebijakan ini juga ditempuh oleh Tiongkok beberapa waktu terakhir, ketika Pemerintah Tiongkok menempuh kebijakan memperlambat pertumbuhan ekonominya untuk menghindari overheating," jelas Firmanzah.

Tiongkok, Lanjut dia, juga melakukan perubahan strategi pembangunan dari ekonomi yang mengandalkan ekspor dan infrastruktur menjadi ekonomi berbasis konsumsi dan inovasi dengan pertimbangan menurunnya permintaan global.

Menurutnya, kebijakan menahan laju pertumbuhan, diharapkan dapat mengatasi defisit transaski berjalan, dan secara berkesinambungan dapat memperbaiki struktur ekonomi nasional.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved