HSBC: Rupiah paling parah sekitar Rp12.000/USD

Rabu, 04 Desember 2013 - 14:44 WIB
HSBC: Rupiah paling...
HSBC: Rupiah paling parah sekitar Rp12.000/USD
A A A
Sindonews.com - Ekonom HSBC Indonesia Ali Setiawan berpendapat bahwa laju rupiah tidak akan terperosok lebih dalam dari level Rp12.000/USD pada akhir tahun ini, meski kebutuhan Indonesia akan dolar Amerika Serikat (USD) sudah menjadi kebutuhan mendasar dan akan mempengaruhi laju mata uang domestik.

"Keperluan dolar di dalam negeri memang sudah sangat mendasar. Impor komponen sudah mendominasi kebutuhan kita dari makanan dan banyak lagi dari konstruksi serta lainnya. Jadi, kebutuhan dolar ini pasti akan ada terus," kata Ali di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Meski demikian, kebutuhan dolar yang tinggi tersebut sebenarnya bukanlah perkara utama atas terjadinya depresiasi rupiah. Menurut Ali, pelemahan rupiah saat ini lebih didorong permasalahan-permasalahan psikologi pelaku pasar yang mempersepsikan rupiah masih akan melemah.

"Sebenarnya bukan karena permaslahan dolar menguat. Tapi ada persepsi bahwa rupiah masih akan melemah, sehingga meski dolar ada, belum tentu yang memiliki dolar mau menjual. Akibatnya, pasar tidak begitu likuid. Utamanya di situ, selain karena kebutuhan dolar kita memang tinggi," tutur dia.

Dengan adanya kondisi yang kurang mengutungkan tersebut, menurut Ali, bukan berarti laju rupiah akan terus longsor seperti yang terjadi layaknya tahun 1998. Pada saat itu, Indonesia mengalami krisis moneter dan rupiah sempat menyetuh level Rp18.000/USD.

"Negara kita tidak krisis, rupiah tidak akan longsor sedalam itu karena situasi kebutuhan dolar paling banyak di kuartal II dan ekonomi Indonesia masih bertumbuh. Jadi, sampai akhir tahun, paling parah kita hanya akan berada di sekitar 12.000 (per USD)," prediksi dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
8 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
45 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved