Rupiah anjlok, pemerintah diminta atur kebijakan impor

Kamis, 05 Desember 2013 - 14:21 WIB
Rupiah anjlok, pemerintah...
Rupiah anjlok, pemerintah diminta atur kebijakan impor
A A A
Sindonews.com - Merosotnya nilai rupiah belakangan ini disebabkan dua hal, yaitu tapering off yang diterapkan bank federal AS dan defisit neraca berjalan Indonesia yang bertambah selama 27 bulan terakhir.

Dengan adanya tapering off berakibat pada menipisnya stok dolar AS di pasaran. Situasi ini menyebabkan permintaan dolar meningkat menjelang masa pembayaran akhir tahun bagi perusahaan-perusahaan.

"Indonesia kelebihan impor, pemerintah harus jeli mengatur keuangan negara, kalau tidak pemerintah akan merosot bersama rupiah," kata pengamat perbankan Jeffry Wurangian di Depok, Kamis (5/12/2013).

Dikatakan dia, mendekati akhir tahun permintaan terhadap dolar mengalami peningkatan. Situasi ini menciptakan sentimen negatif bagi aset-aset Indonesia. Untuk itu, pemerintah harus melakukan proteksi pada komoditas dalam negeri. "Masa Indonesia harus impor garam?” tambah mantan Dirut Bank SULUT ini.

Selain faktor eksternal tersebut, neraca perdagangan berjalan Indonesia menjadi faktor internal yang mempengaruhi nilai rupiah sekarang ini. Defisitnya neraca Indonesia disebabkan oleh kegiatan ekspor yang menurun.

Di sisi lain, Indonesia banyak melakukan impor terutama BBM. Keadaan ini diperparah dengan menurunnya cadangan devisa yang hanya tinggal Rp90 miliar. "Untuk itu, pemerintah mampu mengatur kembali kebijakan impor," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
5 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
5 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
5 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
5 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
6 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved