Rupiah anjlok, Agus Marto minta dolar dijual pelan-pelan

Jum'at, 06 Desember 2013 - 13:09 WIB
Rupiah anjlok, Agus...
Rupiah anjlok, Agus Marto minta dolar dijual pelan-pelan
A A A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengimbau agar para pemilik dolar secara pelan-pelan melepas dolarnya dan para pembeli dolar untuk sementara tidak membeli dolar untuk keperluan yang tidak perlu karena akan menekan rupiah.

Agus bahkan menyarankan para pembeli dolar menggunakan mekanisme forward buy dan hedging (lindung nilai) untuk mengurangi tekanan tersebut.

"Kami imbau pemilik dana secara normal lepas dana secara pelan, dan kepada pembeli dana agar jangan beli untuk hal yang tidak diperlukan," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat (6/12/2013).

Kendati demikian, Agus menyebut tekanan kepada nilai tukar rupiah ini hanya akan berlangsung sementara dan pelan-pelan akan segera menghilang, karena beberapa indikator yang mulai menunjukkan gejala perbaikan.

"Neraca perdagangan Oktober surplus, inflasi November cukup rendah. Tapi karena pengaruh dari eksternal dan banyak permintaan dolarini menimbulkan tekanan yang sifatnya sementara di rupiah," ujarnya.

Agus juga kembali menjelaskan bahwa penyebab pelemahan rupiah ini berasal dari eksternal dan internal. Di mana faktor eksternalnya dikarenakan tapering off yang kemungkinan besar akan terjadi.

"Tetapi untuk current account deficit kan. Ada perbaikan pada kuartal ketiga ini diabndingkan kuartal kedua. Apalagi ditambah surplus pada Oktober," pungkas Agus.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved