Harga minyak di perdagangan Asia menguat

Jum'at, 06 Desember 2013 - 13:29 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia menguat
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia menguat, menanggapi data optimis ekonomi AS dan stok yang menunjukkan permintaan kembali bangkit. Tapi, profit taking menahan keuntungan lebih lanjut.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, naik satu sen menjadi USD97,39 per barel pada perdagangan sore. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Januari, tumbuh 31 sen menjadi USD111,29 per barel.

Sebelumnya pada perdagangan pagi harga bervariasi. Di mana harga minyak WTI untuk pengiriman Januari, turun satu sen menjadi USD97,37 per barel pada perdagangan pertengahan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Januari, naik empat sen menjadi USD111,02 per barel.

"WTI menghadapi tekanan setelah lima sesi berturut-turut naik pekan ini," kata Tan Chee Tat, analis investasi Phillip Futures, Singapura, seperti dilansir dari AFP, Jumat (6/12/2013).

Menurut Tan, investor juga unwinding long positions pada minyak mentah Brent setelah pengurangan premi atas WTI, yang mencapai USD13,60.

Minyak berjangka AS naik pekan ini terutama karena pengumuman Senin (2/12/2013), bahwa bagian dari pipa Keystone di Amerika Serikat akan dibuka mulai Januari, yang akan membawa minyak dari Cushing, Oklahoma, Texas, kilang di sepanjang Teluk Meksiko.

Pemerintah melaporkan penurunan tak terduga persediaan minyak mentah AS untuk pekan lalu, sebagai penyusutan pertama sejak pertengahan September.

Harga juga mendapat dukungan setelah Departemen Perdagangan AS yang merevisi pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga (Q3) naik tajam, dengan tingkat tahunan sebesar 3,6 persen dari perkiraan awal 2,8 persen. Sementara Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran di AS turun di bawah 300.000 untuk pekan kemarin.

"Rangkaian rilis data yang baik mungkin menjadi petunjuk lebih besar bagi minyak AS karena permintaan akan didorong oleh meningkatnya kegiatan ekonomi," terang Tan.

Di sisi lain, patokan minyak Eropa, Brent mempertahankan dukungan atas keprihatinan terjadinya gangguan pasokan di Laut Utara.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved