DEN: Kebijakan energi di Indonesia wajib dirombak

Jum'at, 06 Desember 2013 - 14:14 WIB
DEN: Kebijakan energi...
DEN: Kebijakan energi di Indonesia wajib dirombak
A A A
Sindonews.com - Untuk mencapai target ketahanan energi, kebijakan energi di Indonesia wajib dirombak. Karena kebijakan energi nasional yang berlaku saat ini dinilai sangat tidak cerdas untuk terus dijalankan.

"Kebijakan energi nasional selama ini sangat tidak cerdas. Bagaimana bisa sumber energi fosil kita terus digunakan dan dijual tanpa adanya penambahan nilai terlebih dahulu. Hal ini berarti sumber daya energi kita hanya dijadikan komoditi yang berujung eksploitasi," ujar Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Tumiran, Jumat (6/12/2013).

Ditemui di sela seminar 'Green Energy Technology' di UC UGM, Yogyakarta, Tumiran menuturkan, tanpa dilakukanya perombakan kebijakan energi, maka Indonesia hanya akan selalu menjadi pasar dan negara lain yang mengambil keuntungan dari sumber daya energi Indonesia.

Menurutnya, saat ini DEN sedang menyusun Kebijakan Energi Nasional (KEN), agar kebijakan energi nasional bisa lebih cerdas di masa mendatang.

"Nantinya KEN ini digunakan sebagai acuan pemanfaatan sumber daya energi di daerah-daerah. Artinya, pemanfaatan sumber energi di daerah harus diselaraskan dengan perencanaan nasional," jelasnya.

Dia juga mengakui, bahwa pemanfaatan sumber energi di daerah selama ini sangat tidak tertata. Menurutnya, hal tersebut akibat buruknya aturan otonomi daerah. Indonesia juga wajib mencapai kemandirian energi.

"Untuk memenuhinya, kita harus penuhi aspek teknologi. Tanpa menguasai teknologi, jangan harap negara ini unggul. Selamanya kita akan menjadi pasar bagi negara lain," imbuhnya.

Sementara, Asisten Deputi Iptek Masyarakat Kemenristek Sediyatmo mengatakan, kondisi yang terjadi selama ini mendorong masyarakat untuk berinovasi, termasuk di bidang green energy. Namun hal itu hanya sebatas pengembangan teknologi.

"Pengembangan teknologi memang jadi kewenangan kami. Namun untuk dikembangkan masuk dalam ranah industri, sudah bukan lagi menjadi urusan kemenristek," paparnya.

Guna mendorong pengembangan teknologi, Sediyatmo mengemukakan, baru-baru ini telah mengirimkan delapan orang ke Jerman untuk belajar tentang energi baru dan terbarukan, termasuk tentang green energy. "Saat ini kami juga memiliki enam belas bidang unggulan di bidang pengembangan teknologi energi terbarukan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sekolah dengan Teknologi...
Sekolah dengan Teknologi Energi Terbarukan di Tasmania
Transisi Me­nu­ju...
Transisi Me­nu­ju Era Energi Bersih Men­dekati Kenyataan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Kebijakan Penerapan Subsidi Energi
Pemerintah Masih Mengkaji...
Pemerintah Masih Mengkaji Skema Penyaluran Subsidi Energi
Keren, Sekam Padi yang...
Keren, Sekam Padi yang Selama Ini Terbuang Ternyata Bisa Jadi Sumber Listrik
Energi Nuklir Jadi Solusi...
Energi Nuklir Jadi Solusi Data Center yang Rakus Energi!
Berita Terkini
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
12 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
44 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved