Petani cengkeh pertanyakan ratifikasi FCTC

Sabtu, 07 Desember 2013 - 14:04 WIB
Petani cengkeh pertanyakan...
Petani cengkeh pertanyakan ratifikasi FCTC
A A A
Sindonews.com - Tidak hanya petani tembakau yang menentang ratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC), penanam cengkeh di Indonesia juga turut mempertanyakan standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) itu.

Hanoch Makatipu, salah seorang petani cengkeh asal Minahasa, Sulawesi Utara menilai ratifikasi FCTC sangat merugikan masyarakat di Tanah Air. Karena produk kretek selain mengandung cengkeh juga mengandung ramuan tradisional berupa rempah-rempah sebagai penambah rasa dan aroma.

“Cengkeh dan bahan tambahan ini sudah sejak lama ada dan merupakan kekhasan serta keunikan produk kretek,” ungkap Hanoch, Sabtu (7/12/2013).

Jika pemerintah meratifikasi FCTC, lanjutnya, hal ini akan berpengaruh pada pertanian cengkeh di Minahasa. “Bagaimana nasib petani cengkeh? Di Minahasa, dengan produksi 200 ribu ton per tahun, 80 persen cengkeh petani diserap oleh industri kretek,” beber Hanoch.

Terkait hal itu, petani tembakau dan cengkeh sepakat menolak ratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC). Mereka juga mendesak pemerintah agar melindungi petani tembakau, petani cengkeh dan industri kretek dalam negeri.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Didominasi Perempuan,...
Didominasi Perempuan, Pekerja di Industri Hasil Tembakau Mayoritas Jadi Tulang Punggung Keluarga
Cerita Paino, Kesejahteraan...
Cerita Paino, Kesejahteraan Meningkat hingga Kuliahkan Anak Berkat Bertani Tembakau
Festival Industri Tembakau...
Festival Industri Tembakau Garut 2020 Pacu Pemasaran Produk Hasil Tembakau
Warga Jember Tolak Hari...
Warga Jember Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Produk HPTL Meningkat,...
Produk HPTL Meningkat, Pemerintah Harus Tingkatkan Kajian Ilmiah
Berperan pada Program...
Berperan pada Program Asta Cita, Pemerintah Diminta Lindungi IHT
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
1 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved