WTO sengsarakan petani di negara berkembang

Sabtu, 07 Desember 2013 - 19:38 WIB
WTO sengsarakan petani...
WTO sengsarakan petani di negara berkembang
A A A
Sindonews.com - Konferensi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang digelar di Nusa Dua, Bali, pada 3-6 Desember 2013 dinilai banyak menguntungkan negara maju. Sementara bagi negara berkembang khususnya masyarakat petani mengalami kerugian besar.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang penduduknya sebagian besar masih mencari kehidupan dari bertani harus mampu memberikan perlindungan dari liberalisasi perdagangan, pertumbuhan tanpa batas dan eksploitasi liar Sumber Daya Alam (SDA) serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan WTO.

"Kebebasan impor tanpa batas dan memotong subsidi untuk petani lokal adalah bentuk neokolonialisme-imperialisme terhadap negara berkembang, maka harus ditolak karena sudah terbukti menyengsarakan petani," kata Marwan dalam siaran persnya, Sabtu (7/12/2013).

Bentuk perlindungan yang bisa dilakukan, kata dia, dengan memberikan subsidi besar terhadap produksi pangan nasional guna memberdayakan petani sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18/2012 tentang Pangan.

Karena itu, Marwan berharap Indonesia bisa menjadi negara penggagas untuk melindungi petani dari kesimpulan forum tersebut.

"Mendukung sikap India yang tetap ingin meningkatkan subsidi cadangan pangan dari 10 persen menjadi 15 persen pada produksi nasional demi kesejahteraan petani," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Bersama Pemerintah...
Pengusaha Bersama Pemerintah Siap Hadapi Uni Eropa dan WTO
Daftar Negara Berkembang...
Daftar Negara Berkembang di Dunia: China Termasuk?
Kandidat dari Saudi:...
Kandidat dari Saudi: Perbaiki WTO Butuh Manajemen dan Kepemimpinan
Dampak Mengerikan Perang...
Dampak Mengerikan Perang Ukraina Bagi Pasokan Pangan Global, WTO Was-was
Perseteruan Indonesia...
Perseteruan Indonesia dengan Brasil Soal Daging Ayam Masuki Babak Baru
Diam-diam China dan...
Diam-diam China dan Australia Tarung di WTO, Geger Soal Tarif Impor Wine
Berita Terkini
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
27 menit yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
39 menit yang lalu
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
1 jam yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
1 jam yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
1 jam yang lalu
BPJT dan Roatex Matangkan...
BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved