Emirsyah Satar buka rahasia di balik sukses Garuda

Senin, 09 Desember 2013 - 20:57 WIB
Emirsyah Satar buka...
Emirsyah Satar buka rahasia di balik sukses Garuda
A A A
SOSOK yang sukses mengantarkan sebuah perusahaan rugi menjadi sehat tidak banyak. Diperlukan pengorbanan, seperti yang dilakukan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Emirsyah Satar.

Dia mengubah maskapai penerbangan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dari sebelumnya sebagai perusahaan yang selalu mengalami kerugian menjadi sehat. Emirsyah berpikir keras agar perseroan berbalik arah menjadi perusahaan besar dan selalu meraih keuntungan.

Karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk memperbaiki perseroan. Salah satunya dengan melakukan penghematan pengadaan barang dan jasa.

Emirsyah menuturkan, sebelum 2005 perusahaan si "burung besi" ini lengket dengan gratifikasi dan pemborosan. Untuk memajukan Garuda Indonesia, pihaknya melakukan pengetetan dan penghematan pada pembelian barang dan jasa.

Anggaran untuk pengadaan pun tidak kecil, yakni sebesar USD900 juta. Dari anggaran tersebut Emir pun berhasil menghemat hingga 6,8 persen.

"Pada 2005 dan awal 2006 Garuda setiap tahun kita mengadakan pengadaan sales USD900. Saya berpikir harus bisa menghemat 3 persen dalam setiap proses pengadaan. Namun ternyata bisa 6,8 persen," cerita Emir di Istora, Jakarta, Senin (9/12/2013).

Emir menuturkan, kunci keberhasilan penghematan adalah transparan. Menurutnya, transparansi sangat dibutuhkan setiap perusahaan agar semuanya bisa dilihat dengan jelas. Untuk pengadaan barang, Emir juga menyewa konsultan yang menggunakan sistem e-procurement. Dari sistem inilah semuanya dimulai.

"Korupsi dan gratifikasi itu bagaimana kita mengubah kultur cara kita bekerja, cara interaksi dengan mitra, dan lainnya. Di Garuda kita benar-benar lakukan transparansi. Korporasi kita bisa meningkatkan kinerja Garuda cepat tapi bertahap," tutur dia.

Selanjutnya, penghematan pengadaan barang juga dilakukan dengan merubah pola bisnis. Garuda langsung membeli barang dari produsen tanpa menggunakan agen.

"Kalau kita transparan, siapa aja mau berbisnis, kita hanya deal dengan produsen dan tidak mau melalui agen, ban langsung ke pabrik. Kita melakukan itu secara terbuka," pungkas pria yang menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia sejak 2005 ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bikin Pelanggan Betah!...
Bikin Pelanggan Betah! Panduan Lengkap Bikin Chatbot WhatsApp Business, Dijamin Auto Cuan!
Indonesia Visionary...
Indonesia Visionary Leader, Strategi Jitu Visi 15 Kepala Daerah Bangkit dari Pandemi Covid-19
Indonesia Visionary...
Indonesia Visionary Leader Season XII Angkat Tema Kepala Daerah sebagai Penjaga Resiliensi Ekonomi
MPI Gelar IVL Season...
MPI Gelar IVL Season IX, Hari Ini Kepala Daerah Beberkan Strategi Percepatan Ekonomi
Wali Kota Banda Aceh...
Wali Kota Banda Aceh Terima Penghargaan IVL dari MPI
Terima Penghargaan IVL,...
Terima Penghargaan IVL, Wali Kota Banda Aceh Komitmen Bangkitkan UMKM
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
8 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
8 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
8 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
9 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
10 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved