Pertamina-PTTGC akan bangun komplek petrokimia kelas dunia

Selasa, 10 Desember 2013 - 16:01 WIB
Pertamina-PTTGC akan...
Pertamina-PTTGC akan bangun komplek petrokimia kelas dunia
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) dan PTT Global Chemical Public Company Limited (PTTGC) menandatangani Manufacturing Joint Venture–Heads of Agreement untuk segera menetapkan final investment decision (FID) dari komplek petrokimia kelas dunia di Indonesia yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2018.

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, pengumuman ini merupakan bukti konkrit dari komitmen Pertamina terhadap rencana kolaborasi dan investasi yang mendapatkan prioritas utama perusahaan. Proyek ini merepresentasikan tonggak penting bagi strategi pengembangan bisnis hilir petrokimia Pertamina.

Oleh karena itu, Pertamina menghadirkan kondisi investasi yang terbaik untuk dikaji lebih jauh, seperti lokasi proyek yang dapat memberikan daya saing secara ekonomi kepada proyek melalui pengintegrasian dengan kilang, ketahanan pasokan dan infrastruktur dasar yang mendukung.

“Kami menyambut gembira untuk bekerja sama dengan PTTGC yang memiliki pengalaman komprehensif dari banyak kesuksesan yang telah diraih dalam bisnis chemicals. Keahlian dan kapabilitas PTTGC serta kesamaan kultur diantara Pertamina dan PTTGC merupakan hal paling berharga untuk kerja sama bisnis kedua perusahaan dalam membangun komplek petrokimia di Indonesia,” tutur Karen di Jakarta, Selasa (10/12/2013).

President and CEO of PTTGC Bowon Vongsinudom mengatakan, sejak penandatanganan HoA pada April 2013 di Bangkok, pihaknya telah bekerja keras untuk menyelesaikan preliminary study dari proyek ini.

Komplek petrokimia ini termasuk di dalamnya unit cracker dan bisnis hilir terintegrasi lainnya, yang nantinya akan dibahas lebih lanjut untuk dapat menghasilkan nilai tambah melalui berbagai sinergi dan integrasi bisnis pada lokasi yang akan dipilih untuk memastikan keekonomian dan daya saing proyek yang tinggi.

“Untuk PTTGC, kerja sama ini merupakan strategi model kepemilikan yang tepat dengan pilihan mitra yang tepat, didesain untuk menangkap peluang pertumbuhan pada pusat ekonomi terbesar di antara negara-negara Asean Economic Contries(AEC)," ujar dia.

Dia menjelaskan, PTTGC menghadirkan pengetahuan dan pengalaman yang kuat akan industri, sedangkan Pertamina menfasilitasi akses-akses lokal. Kolaborasi ini akan menghadirkan potensi investasi yang sangat menjanjikan.

Sementara itu Vice President Corporate Pertamina Ali Mudakir menerangkan, pertamina dan PTTGC telah menargetkan studi kelayakan tuntas pada kuartal II/2014.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved