IEA prediksi permintaan minyak dunia 2014 melonjak
Rabu, 11 Desember 2013 - 17:39 WIB
IEA prediksi permintaan minyak dunia 2014 melonjak
A
A
A
Sindonews.com - Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan, pertumbuhan permintaan minyak global diperkirakan akan naik pada 2014, didorong peningkatan konsumsi dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
Secara khusus, IEA menyoroti permintaan yang berkembang di AS seiring pemulihan ekonomi. Mereka pun menaikkan estimasi pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini sebesar 1,3 persen atau 145.000 barel per hari (bph).
Total permintaan diperkirakan meningkat sebesar 1,2 juta bph pada 2013 dari tingkat tahun sebelumnya. Agregat permintaan tahun ini menjadi 91,2 juta bph, dan akan naik sebesar 1,2 juta bph menjadi 92,4 juta bph pada 2014.
"Periode penurunan tajam yang berlarut-larut dalam permintaan minyak Eropa kembali mereda awal tahun ini, dan bahkan dalam beberapa kasus Zona Euro muncul dari cakar resesi," kata IEA, seperti dilansir dari AFP, Rabu (11/12/2013).
Pertumbuhan permintaan di Eropa rata-rata sekitar 175.000 bph, membalikkan tingkat penurunan sebelumnya 530.000 barel per hari.
Demikian pula, permintaan di AS menguat tajam yang ikut membantu konsumsi global. "Sekarang berpikir bahwa permintaan minyak AS rata-rata hampir 19.100 bph pada September, naik 0,9 juta bph dari tahun ke tahun," ujar IEA.
"Ini akan menjadi laju pertumbuhan tercepat dalam hampir 10 tahun, dan bahkan lebih jika pertumbuhan diukur dalam persentase," tandasnya.
Secara khusus, IEA menyoroti permintaan yang berkembang di AS seiring pemulihan ekonomi. Mereka pun menaikkan estimasi pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini sebesar 1,3 persen atau 145.000 barel per hari (bph).
Total permintaan diperkirakan meningkat sebesar 1,2 juta bph pada 2013 dari tingkat tahun sebelumnya. Agregat permintaan tahun ini menjadi 91,2 juta bph, dan akan naik sebesar 1,2 juta bph menjadi 92,4 juta bph pada 2014.
"Periode penurunan tajam yang berlarut-larut dalam permintaan minyak Eropa kembali mereda awal tahun ini, dan bahkan dalam beberapa kasus Zona Euro muncul dari cakar resesi," kata IEA, seperti dilansir dari AFP, Rabu (11/12/2013).
Pertumbuhan permintaan di Eropa rata-rata sekitar 175.000 bph, membalikkan tingkat penurunan sebelumnya 530.000 barel per hari.
Demikian pula, permintaan di AS menguat tajam yang ikut membantu konsumsi global. "Sekarang berpikir bahwa permintaan minyak AS rata-rata hampir 19.100 bph pada September, naik 0,9 juta bph dari tahun ke tahun," ujar IEA.
"Ini akan menjadi laju pertumbuhan tercepat dalam hampir 10 tahun, dan bahkan lebih jika pertumbuhan diukur dalam persentase," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :