Rusia Jadi Pemasok Utama Impor Minyak ke China Juli 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 16:00 WIB
loading...
Rusia jadi pemasok impor minyak utama ke China. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Rusia menjadi pemasok minyak utama China untuk bulan ketiga pada Juli 2022. Penjualan minyak Rusia ke China meningkat lantaran diskon harga dan bersaing dengan pemasok lain seperti Angola dan Brasil.
Mengutip dari CNBC International, Rusia mengekspor minyak ke China melalui pipa Samudra Pasifik Siberia Timur dan pengiriman melalui laut dari Pelabuhan Eropa serta Timur Jauh. Berdasarkan data Administrasi Umum Kepabeanan China mencatat impor minyak dari Rusia tersebut mencapai 7,15 juta ton, atau naik 7,6% dari tahun lalu.
Namun, pasokan minyak Rusia pada Juli, setara dengan sekitar 1,68 juta barel per hari (bph), berada di bawah rekor Mei yang mendekati 2 juta barel per hari. China adalah pembeli minyak terbesar Rusia.
Baca Juga: Rusia Pasti Gunakan Senjata Nuklir Jika Situasi Seperti Ini
Sementara itu, Arab Saudi menjadi pemasok minyak kedua terbesar ke China pada bulan Juni yang sebesar 6,56 juta ton. Sejak awal tahun 2022, impor minyak Rusia ke China telah mencapai 48,45 juta ton, naik 4,4%, masih tertinggal di belakang Arab Saudi, yang memasok 49,84 juta ton, atau 1% di bawah level tahun lalu.
Mengutip dari CNBC International, Rusia mengekspor minyak ke China melalui pipa Samudra Pasifik Siberia Timur dan pengiriman melalui laut dari Pelabuhan Eropa serta Timur Jauh. Berdasarkan data Administrasi Umum Kepabeanan China mencatat impor minyak dari Rusia tersebut mencapai 7,15 juta ton, atau naik 7,6% dari tahun lalu.
Namun, pasokan minyak Rusia pada Juli, setara dengan sekitar 1,68 juta barel per hari (bph), berada di bawah rekor Mei yang mendekati 2 juta barel per hari. China adalah pembeli minyak terbesar Rusia.
Baca Juga: Rusia Pasti Gunakan Senjata Nuklir Jika Situasi Seperti Ini
Sementara itu, Arab Saudi menjadi pemasok minyak kedua terbesar ke China pada bulan Juni yang sebesar 6,56 juta ton. Sejak awal tahun 2022, impor minyak Rusia ke China telah mencapai 48,45 juta ton, naik 4,4%, masih tertinggal di belakang Arab Saudi, yang memasok 49,84 juta ton, atau 1% di bawah level tahun lalu.
Lihat Juga :