Pengusaha minta BI batasi suku bunga UMKM

Jum'at, 13 Desember 2013 - 16:50 WIB
Pengusaha minta BI batasi...
Pengusaha minta BI batasi suku bunga UMKM
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang Industri (Kadin) Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan untuk pembatasan suku bunga perbankan di sektor kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnain Arif mengatakan, sebagai bank sentral, BI seharusnya bisa mematok suku bunga bagi kredit usaha rakyat (KUR). Sehingga tidak memberatkan pelaku usaha dalam mengembangkan roda bisnisnya.

Apalagi, kata dia, ASEAN Economic Community (AEC) 2015 sudah di depan mata. Hal ini bisa menjadi petaka jika produk UMKM tidak mampu bersaing karena kesulitan dalam hal pendanan.

"BI harus tegas dalam menetapkan suku bunga KUR bagi UMKM. Tidak hanya perbankan umum tetapi juga bagi BPR. Bunganya jangan keterlaluan sangat tinggi dibanding ritel dan korporasi," kata dia, Jumat (13/12/2013).

Menurutnya, Sulsel memiliki 976 ribu UMKM yang merupakan aset, karena mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Karena itu, dia menegaskan jika Kadin bersedia menjadi avails dalam hal pengucuran kredit UMKM oleh perbankan.

Sementara, berdasarkan data Bank Indonesia, suku bunga di sektor UMKM memang terus melambung. Pada posisi Oktober mencapai 14,05 persen di mana suku bunga kredit investasi mencapai 14,04 persen, sementara kredit modal kerja 14,06 persen.

Bandingkan dengan September I, di mana suku bunga mencapai 13,95 persen. Kredit investasi 13,87 persen dan modal kerja 13,99 persen. "Kenaikan memang sudah terjadi sebagai imbas kenaikan suku bunga acuan oleh BI," jelas Kepala Divisi Assessment, Ekonomi, dan Keuangan BI Wilayah I Sulampua, Noor Yudanto.

Terpisah, Kepala Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi mengakui jika suku bunga UMKM memang cukup tinggi. Bahkan suku bunga UMKM Sulsel melebihi suku bunga UMKM nasional.

Hal ini, kata dia, karena pihak perbankan kurang mengenal profil-profil usaha yang ada di Sulsel. Karena itu, dia berjanji akan mendekatkan perbankan dan pelaku UMKM. Dengan tingkat kepercayaan yang ada, maka suku bunga bisa ditekan.

"Perbankan dan UMKM harus saling mengenal. Kalau tidak, maka sektor ini akan tetap dinilai memiliki risiko tinggi terjadinya Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet," paparnya.

Pangsa kredit UMKM pada Oktober mencapai 29,60 persen atau meningkat dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 29,15 persen. Sementara, tingkat NPL tercatat 4,72 persen atau Rp1,102 miliar meningkat 0,1 persen dibanding September yang hanya Rp 1,092 miliar atau 4,71 persen.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Minta Perbankan...
Sri Minta Perbankan Jangan Takut Kasih Utang ke UMKM
OJK Siap Longgarkan...
OJK Siap Longgarkan Aturan Batas Maksimum Kredit Di Masa Pandemi
Pemerintah Bakal Hapus...
Pemerintah Bakal Hapus Kredit Macet UMKM, BRI Sudah Usulkan Sejak 2021
Respons Rencana Hapus...
Respons Rencana Hapus Kredit Macet UMKM, Asprindo: Perlu Didampingi Agar Bisa Bangkit
Kenaikan Pagu Kredit...
Kenaikan Pagu Kredit BRI Dorong Kebangkitan UMKM
Triwulan I 2021, Kucuran...
Triwulan I 2021, Kucuran Kredit Sektor UMKM di Jawa Timur Minus 1,40 Persen
Berita Terkini
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
14 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
44 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved