Tingkat risiko kredit konstruksi patut diwaspadai

Minggu, 15 Desember 2013 - 17:24 WIB
Tingkat risiko kredit...
Tingkat risiko kredit konstruksi patut diwaspadai
A A A
Sindonews.com - Tingginya risiko kredit macet atau nonperforming loan (NPL) pengucuran kredit di sektor konstruksi membuat penyaluran kredit sektor ini perlu diwaspadai.

Menurut data Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit konstruksi perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga Oktober 2013 mencapai Rp262 miliar dari periode sebelumnya hanya Rp208,2 miliar. Pertumbuhan kredit sektor konstruksi meningkat 16,85 persen secara year on year (yoy).

Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Sulsel Zulkarnaen Arief mengatakan, sektor konstruksi pada tahun ini mengalami tekanan berat. Besarnya komponen ekspor menyebabkan dampak rupiah yang terdepresiasi begitu terasa.

Zulkarnaen mengatakan, hampir 80 persen komponen sektor konstruksi merupakan hasil impor, sehingga anggaran proyek konstruksi saat ini mengalami pembengkakan lebih besar daripada rencana anggaran yang telah direncanakan sebelumnya dan mengakibatkan proyek berhenti di tengah jalan.

"Misalnya, harga aspal sebelum rupiah terpuruk sebesar Rp9.000 per kilogram, setelah dolar naik menjadi Rp12.000. Otomatis harga aspal mengikut. Sementara anggaran proyek telah ditetapkan, sehingga banyak yang berhenti di tengah jalan," tutur dia.

Dia menambahkan, kondisi ini diperburuk tingginya bunga kredit perbankan. Jika tidak ada penyesuaian anggaran, menurut dia, kondisinya akan semakin terjepit.

"Harus ada regulasi penyesuaian suku bunga oleh perbankan. Suku bunga jangan terlalu mencekik agar pengusaha bisa menyesuaikan," ujar dia.

Kepala Divisi Assessment, Ekonomi dan Keuangan BI Wilayah I Sulampua Noor Yudanto mengatakan, pihaknya belum melihat peluang adanya kredit macet, namun harus diwaspadai. Pasalnya, sektor ini memiliki komponen impor lumayan besar, yang akan berdampak di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD.

"Pelemahan rupiah terhadap USD akan berdampak pada sektor konstruksi. Tetapi kondisi ini sudah diperhitungkan para developer, sehingga dampaknya sudah bisa diantisipasi," ujar Noor.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Permintaan Kredit Pelaku...
Permintaan Kredit Pelaku Usaha Masih Lemas, BI: Dana Belum Cair Rp2.374,8 Triliun
Awas, BI Kasih Peringatan...
Awas, BI Kasih Peringatan Perlambatan Kredit Masih Akan Terjadi
Penyaluran Kredit BRI...
Penyaluran Kredit BRI Tembus Rp922,97 Triliun, Paling Gede Buat UMKM
Kualitas Kredit Membaik,...
Kualitas Kredit Membaik, Bank Mandiri Catat Penurunan NPL 1,36%
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
31 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved