Merger XL-Axis sehatkan industri telekomunikasi RI

Minggu, 15 Desember 2013 - 18:04 WIB
Merger XL-Axis sehatkan industri telekomunikasi RI
Merger XL-Axis sehatkan industri telekomunikasi RI
A A A
Sindonews.com - Ahli telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Agung Harsoyo berpendapat, proses merger PT XL Axiata Tbk (XL) dan PT AXIS Telekom Indonesia (Axis) justru akan sangat bermanfaat buat industri telekomunikasi dalam negeri.

“Saya melihat proses merger XL-Axis justru akan lebih menyehatkan industri telekomunikasi di Indonesia," kata dia, Minggu (15/12/2013).

Menurut dia, jumlah operator di Indonesia terlalu banyak. Sementara itu, dia mengatakan bahwa proses merger XL-Axis tidak akan menimbulkan monopoli, malah akan menimbulkan keseimbangan baru di ekosistem industri telekomunikasi dalam negeri yang lebih sehat.

Sementara pengamat persaingan usaha Rikrik Rizkiyana mengatakan, proses merger XL-AXIS telah sesuai aturan.

Berdasarkan Perkom KPPU No 2 Tahun 2013 tentang peleburan, penggabungan dan pengambilalihan badan usaha, kata Rikrik, kalau konsentrasi pasarnya menunjukkan HHI pasarnya di atas 1.800 dan perubahan HHI pra dan pasca transaksi lebih besar daripada 150, memang sudah seharusnya dilakukan penilaian menyeluruh.

Presiden Direktur Utama PT XL Axiata Tbk (EXCL) Hasnul Suhaimi sebelumnya menyatakan, direstuinya izin akuisisi dan merger tersebut oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberi banyak manfaat kepada pelanggan.

”Aksi korporasi ini sekaligus akan memperkuat kemampuan XL dalam memberikan layanan yang semakin prima kepada pelanggan dan seluruh stakeholders," kata dia.

Kemenkominfo sebelumnya telah menyetujui permohonan merger XL dan AXIS. Kemenkominfo juga menyatakan tidak ada kekhawatiran adanya praktek monopoli atau persaingan usaha tidak sehat karena perubahan struktur pasar yang terjadi tidak cukup signifikan.

Saat ini, jumlah operator di Indonesia sebanyak 14 operator, baik selular maupun CDMA. Sementara Jepang dan China hanya memiliki tiga operator dan negara Eropa sekitar 2-3 operator.
(rna)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1123 seconds (10.55#12.26)