IHSG awal pekan masih berpeluang melemah
Senin, 16 Desember 2013 - 08:07 WIB
IHSG awal pekan masih berpeluang melemah
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melemah pada perdagangan hari ini dipicu masih banyaknya aksi jual yang terjadi.
Reza memperkirakan, IHSG akan berada pada support 4.150-4.165 dan resistance 4.198-4.215.
IHSG berpola menyerupai three black crows mendekati lower bollingger bands.
"Laju IHSG makin menunjukkan pelemahannya dengan berakhir di bawah kisaran target support 4.186-4.196 seiring maraknya aksi jual," ujar Reza Senin (16/12/2013).
Dia menyebut, belum adanya tanda-tanda kebangkitan membuat IHSG terperangkap dalam zona negatif, kecuali terjadi perubahan arah mata angin untuk melakukan aksi beli.
Sementara menghijaunya laju bursa saham Asia pada perdagangan sebelumnya dan maraknya berita bagus dari emiten terkait peningkatan belanja modal (capital expenditure/capex) 2014 belum mampu memberikan sentimen positif pada IHSG.
"Bahkan tidak ada imbas positif dari BI Rate yang dibarengi penguatan USD sering aksi beli USD yang dibarengi dengan semakin dekatnya sentimen spekulasi tapering off The Fed membuat laju rupiah kian terperosok dan IHSG tersungkur di zona merah," kata dia.
Reza memperkirakan, IHSG akan berada pada support 4.150-4.165 dan resistance 4.198-4.215.
IHSG berpola menyerupai three black crows mendekati lower bollingger bands.
"Laju IHSG makin menunjukkan pelemahannya dengan berakhir di bawah kisaran target support 4.186-4.196 seiring maraknya aksi jual," ujar Reza Senin (16/12/2013).
Dia menyebut, belum adanya tanda-tanda kebangkitan membuat IHSG terperangkap dalam zona negatif, kecuali terjadi perubahan arah mata angin untuk melakukan aksi beli.
Sementara menghijaunya laju bursa saham Asia pada perdagangan sebelumnya dan maraknya berita bagus dari emiten terkait peningkatan belanja modal (capital expenditure/capex) 2014 belum mampu memberikan sentimen positif pada IHSG.
"Bahkan tidak ada imbas positif dari BI Rate yang dibarengi penguatan USD sering aksi beli USD yang dibarengi dengan semakin dekatnya sentimen spekulasi tapering off The Fed membuat laju rupiah kian terperosok dan IHSG tersungkur di zona merah," kata dia.
(rna)
Lihat Juga :