Statoil targetkan produksi minyak 2,5 bph di 2014
Senin, 16 Desember 2013 - 14:12 WIB
Statoil targetkan produksi minyak 2,5 bph di 2014
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Norwegia, Statoil menargetkan produksi minyak pada 2014 mencapai 2,5 juta barel per hari (bph). Produksi itu meningkat 500.000 bph dari proyeksi tahun ini.
"Produksi migas Statoil untuk tahun ini diperkirakan mencapai 2 juta bph dan pada 2014 ditargetkan mencapai 2,5 juta bph," kata Manajer Eksplorasi Statoil Christian Zwach dalam acara Pertamina Energy Outlook 2014 di Jakarta, (16/12/2013).
Menurut dia, target produksi minyak sudah sesuai dengan target perusahaan pada awal tahun. Perlu diketahui, Statoil termasuk 20 perusahaan minyak terbesar di dunia. Hal ini seperti dilansir Forbes dengan menggunakan data sejak tahun 2003-2013.
Dalam data tersebut, Statoil menduduki posisi ke-20 perusahaan minyak terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 2 juta bph pada 2013. Sementara posisi pertama adalah Saudi Aramco (Arab Saudi) dengan produksi 12,7 juta bph pada 2013.
Sedangkan posisi kedua adalah Gazprom (Rusia) dengan produksi 8,1 juta bph di 2013. Ketiga, National Iranian Oil Company (Iran) dengan produksi 6,1 juta bph di 2013. Keempat dan kelima adalah ExxonMobil (AS) dengan produksi 5,3 juta bph dan Rosneft (Rusia) dengan produksi 4,6 juta bph di 2013.
Menyusul posisi keenam, yakni Royal Dutch Shell (Belanda) dengan produksi 4 juta bph dan berikutnya adalah PetroChina (China) dengan produksi 3,9 juta bph di 2013.
Sementara posisi ke-8 ditempati Pemex (Mexico) dengan produksi 3,6 juta bph dan posisi ke-9 adalah Chevron (AS) dengan produksi 3,5 juta bph di 2013. Lalu di posisi ke-10, Kuwait Petroleum Company (Kuwait) dengan produksi 4 juta bph di 2013.
Adapun posisi ke-11 adalah BP (Inggris) dengan produksi 3,1 juta bph, diikuti Total (Prancis) dengan produksi 2,6 juta bph di posisi ke-12. Selanjutnya, posisi ke-13 ada Petrobas (Brasil) dengan produksi 2,5 juta bph di 2013.
Qatar Petroleum (Qatar) dengan produksi 2,4 juta bph di posisi ke-14 dan posisi ke-15 adalah ADNOC (Abu Dhabi) dengan produksi 2,4 juta bph. Menyusul posisi ke-16, Lukoil (Rusia) dengan produksi 2,3 juta bph dan Iraqi Oil Ministry (Irak) dengan produksi 2,2 juta bph di posisi ke-17.
Di posisi berikutnya adalah Sonatrach (Algeria) dengan produksi 2,19 juta bph dan posisi ke-19 ditempati Pdvsa (Venezuela) dengan produksi 2,1 juta bph di 2013.
"Produksi migas Statoil untuk tahun ini diperkirakan mencapai 2 juta bph dan pada 2014 ditargetkan mencapai 2,5 juta bph," kata Manajer Eksplorasi Statoil Christian Zwach dalam acara Pertamina Energy Outlook 2014 di Jakarta, (16/12/2013).
Menurut dia, target produksi minyak sudah sesuai dengan target perusahaan pada awal tahun. Perlu diketahui, Statoil termasuk 20 perusahaan minyak terbesar di dunia. Hal ini seperti dilansir Forbes dengan menggunakan data sejak tahun 2003-2013.
Dalam data tersebut, Statoil menduduki posisi ke-20 perusahaan minyak terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 2 juta bph pada 2013. Sementara posisi pertama adalah Saudi Aramco (Arab Saudi) dengan produksi 12,7 juta bph pada 2013.
Sedangkan posisi kedua adalah Gazprom (Rusia) dengan produksi 8,1 juta bph di 2013. Ketiga, National Iranian Oil Company (Iran) dengan produksi 6,1 juta bph di 2013. Keempat dan kelima adalah ExxonMobil (AS) dengan produksi 5,3 juta bph dan Rosneft (Rusia) dengan produksi 4,6 juta bph di 2013.
Menyusul posisi keenam, yakni Royal Dutch Shell (Belanda) dengan produksi 4 juta bph dan berikutnya adalah PetroChina (China) dengan produksi 3,9 juta bph di 2013.
Sementara posisi ke-8 ditempati Pemex (Mexico) dengan produksi 3,6 juta bph dan posisi ke-9 adalah Chevron (AS) dengan produksi 3,5 juta bph di 2013. Lalu di posisi ke-10, Kuwait Petroleum Company (Kuwait) dengan produksi 4 juta bph di 2013.
Adapun posisi ke-11 adalah BP (Inggris) dengan produksi 3,1 juta bph, diikuti Total (Prancis) dengan produksi 2,6 juta bph di posisi ke-12. Selanjutnya, posisi ke-13 ada Petrobas (Brasil) dengan produksi 2,5 juta bph di 2013.
Qatar Petroleum (Qatar) dengan produksi 2,4 juta bph di posisi ke-14 dan posisi ke-15 adalah ADNOC (Abu Dhabi) dengan produksi 2,4 juta bph. Menyusul posisi ke-16, Lukoil (Rusia) dengan produksi 2,3 juta bph dan Iraqi Oil Ministry (Irak) dengan produksi 2,2 juta bph di posisi ke-17.
Di posisi berikutnya adalah Sonatrach (Algeria) dengan produksi 2,19 juta bph dan posisi ke-19 ditempati Pdvsa (Venezuela) dengan produksi 2,1 juta bph di 2013.
(rna)