Kepercayaan bisnis Jepang tertinggi dalam 6 tahun
Senin, 16 Desember 2013 - 14:58 WIB
Kepercayaan bisnis Jepang tertinggi dalam 6 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) mencatat kepercayaan bisnis di Jepang melonjak ke angka tertinggi dalam 6 tahun. Hal ini menggarisbawahi optimisme tumbuh di perusahaan-perusahaan besar meskipun terjadi perlambatan di ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut.
Survei kuartalan Bank Sentral Jepang, Tankan terhadap lebih dari 10.500 perusahaan, melonjak ke level terkuat sejak Desember 200, dengan pembacaan produsen besar naik ke plus 16, dari plus 12 pada September lalu.
Indeks non-manufaktur juga melonjak ke plus 20 dari plus 14, pembacaan terbaik dalam lebih dari enam tahun. Angka-angka ini mewakili persentase responden.
Beberapa analis memperkirakan pembuat kebijakan BoJ akan melepaskan langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut untuk meningkatkan perekonomian yang melambat, menyoroti tantangan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam upaya menyalakan pertumbuhan dengan belanja pemerintah dan kebijakan moneter, Abenomics.
"Perusahaan berorientasi ekspor besar yang mendapatkan manfaat dari Abenomics," kata Capital Economics, mengacu pada hasil survei BoJ.
"Untuk pertama kalinya sejak awal 1990-an, sejumlah perusahaan kecil menganggap kondisi bisnis menguntungkan melebihi jumlah perusahaan yang menganggap tidak menguntungkan," tandasnya.
Survei kuartalan Bank Sentral Jepang, Tankan terhadap lebih dari 10.500 perusahaan, melonjak ke level terkuat sejak Desember 200, dengan pembacaan produsen besar naik ke plus 16, dari plus 12 pada September lalu.
Indeks non-manufaktur juga melonjak ke plus 20 dari plus 14, pembacaan terbaik dalam lebih dari enam tahun. Angka-angka ini mewakili persentase responden.
Beberapa analis memperkirakan pembuat kebijakan BoJ akan melepaskan langkah-langkah pelonggaran lebih lanjut untuk meningkatkan perekonomian yang melambat, menyoroti tantangan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam upaya menyalakan pertumbuhan dengan belanja pemerintah dan kebijakan moneter, Abenomics.
"Perusahaan berorientasi ekspor besar yang mendapatkan manfaat dari Abenomics," kata Capital Economics, mengacu pada hasil survei BoJ.
"Untuk pertama kalinya sejak awal 1990-an, sejumlah perusahaan kecil menganggap kondisi bisnis menguntungkan melebihi jumlah perusahaan yang menganggap tidak menguntungkan," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :