CORE: Ekonomi RI 2013 penuh keprihatinan

Rabu, 18 Desember 2013 - 18:49 WIB
CORE: Ekonomi RI 2013...
CORE: Ekonomi RI 2013 penuh keprihatinan
A A A
Sindonews.com - Center of Reform on Economics (CORE) menilai 2013 sebagai tahun penuh keprihatinan bagi Indonesia. Awal tahun dibuka dengan revisi yang signifikan di berbagai target capaian, mulai dari pertumbuhan ekonomi, ekspor, investasi, inflasi, dan lainnya.

"Memang koreksi target merupakan hal lumrah, dan pada tahun ini hampir semua negara melakukannya untuk merespon perlambatan. Namun, bagi Indonesia pemangkasan target harus dilakukan karena pemerintah menaikkan harga BBM dan administered price lainnya," papar Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Hendri Saparini dalam siaran persnya, Rabu (18/12/2013).

Pemangkasan target dilakukan dengan sangat signifikan. Pertumbuhan misalnya, dari 6,8 persen menjadi 6,3 persen. Tetapi perkiraan maksimal tahun ini hanya akan naik 5,8 persen. Demikian pula investasi sejak awal ditargetkan over optimistic, yakni 11,9 persen. Padahal, pada kesepakatan umum 2013, Indonesia akan memulai berakhirnya booming investasi. Akibatnya meski target dipangkas menjadi hanya 6,9 persen, realisasinya hanya sebesar 5,2 persen.

Optimisme berlebihan terjadi pada ekspor. Tren perlambatan permintaan dan penurunan harga komoditas primer, pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekspor 11,7 persen. Namun, realisasinya hanya 4,4 persen. Selain itu, inflasi pada awalnya ditargetkan 4,9 persen. Sementara berdasarkan kesepakatan pemerintah dan DPR, dengan mempertimbangkan kenaikan harga BBM, target kemudian dipatok sebesar 7,2 persen.

"Sejak lama target ini kami nilai terlalu optimis dan realisasinya diperkirakan bisa mencapai 9 persen. Memang akhirnya realisasi menjadi lebih rendah karena Bank Indonesia terus mengerem dengan kenaikan suku bunga," terang Hendri.

Berbagai indikator di atas telah memberikan gambaran tentang kinerja ekonomi 2013, bahwa ada gap yang lebar antara target-target dalam APBN dan APBN-P serta prediksi realisasinya.

Selain masalah angka, CORE melihat evaluasi atas pilihan kebijakan ekonomi jauh lebih penting dibanding sekadar menilai capaian pemerintah. Pemerintah sering bersikap denial (mengingkari) terhadap kondisi yang ada sehingga respon kebijakan yang diambil cenderung ala kadarnya dan tidak memadai untuk menyelesaikan masalah pokok. Tidak heran, bila akhirnya kebijakan ekonomi yang dikeluarkan justru tidak konsisten dan semakin tidak jelas arah (disorientasi).

CORE: Ekonomi RI 2013 penuh keprihatinan
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Bacaan Niat Puasa Ramadan...
Bacaan Niat Puasa Ramadan untuk Harian dan Sebulan Penuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved