Apindo sebut BPJS justru membingungkan pengusaha

Kamis, 19 Desember 2013 - 21:28 WIB
Apindo sebut BPJS justru...
Apindo sebut BPJS justru membingungkan pengusaha
A A A
Sindonews.com - Hadirnya jaminan kesehatan berskala nasional yang terangkum dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) malah dianggap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) akan membingungkan dan memberatkan pengusaha.

Ketua Bidang Pengupahan Apindo Hariyadi B Sukamdani mengatakan, mayoritas pengusaha sudah menghitung ongkos jaminan kesehatan di dalam kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan kehadiran BPJS akan membuat pengusaha kembali menalangi ongkos jaminan kesehatan para pekerjanya.

"Berat. PTKP yang di dalam iuran premi perusahaan batasnya hanya 4,7 persen. Di samping upah mnimum dan susulan juga dibebani jaminan kesehatan yang tinggi di samping jaminan pensiun nanti pada 2015," jelas Hariyadi di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Kamis (19/12/2013).

Dia merinci, biasanya pengusaha di sektor padat karya mengalokasikan biaya ketenagakerjaan dengan porsi 36 persen untuk antisipasi kenaikan upah, dana cadangan mencapai 10 persen, pesangon 10 persen, dan 10 persennya lagi untuk jaminan sosial seperti kesehatan.

"Berlakunya jaminan kesehatan, walaupun belum ditetapkan angkanya tapi sebelumnya kami sudah sinkron di Setkab jadi 4 persen ditanggung pengusaha dan 0,5 persen pekerja. Juli nanti yang ditanggung pekerja jadi 1 persen," lanjutnya.

Hal ini ditambah banyak perusahaan yang mendaftarkan asuransi kesehatan di luar Jamsostek yang akan menjadi BPJS Ketenagakerjaan pada 1 Januari 2015 nanti, dan Hariyadi mengaku bingung apabila perusahaan-perusahaan tersebut dipaksa masuk ke dalam BPJS Ketenagakerjaan.

"Jadi mereka seperti membayar 2 kali. Tapi Apindo akan coba mengikuti adanya dulu seperti apa sampai dengan ada kejelasan," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
4 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
15 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
39 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
49 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Sebut Negosiasi...
Donald Trump Sebut Negosiasi Nuklir Iran Berjalan Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved