BRI targetkan fee base income dari layanan investasi Rp70 M

Kamis, 26 Desember 2013 - 15:47 WIB
BRI targetkan fee base...
BRI targetkan fee base income dari layanan investasi Rp70 M
A A A
Sindonews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan meningkatkan pendapatan berbasis biaya (fee based income) dari layanan investasinya. Perseroan menargetkan pendapatan 2014 sebesar Rp70 miliar atau naik 30 persen dari 2013 sebesar Rp50 miliar.

Kepala Desk Investasi dan Jasa Pasar Modal BBRI, Henri mengatakan, perseroan mengandalkan layanan kustodian yang saat ini memiliki dana kelolaan Rp100 triliun. Layanan kustodian merupakan jasa penitipan aset dan settlement atas efek di pasar modal.

Dari layanan ini telah menghasilkan pendapatan Rp35 miliar. "Jasa kustodian ditargetkan tumbuh 30 persen baik secara kelolaan ataupun dalam fee based income. Ini juga akan memacu pertumbuhan dana pihak ketiga, walaupun belum signifikan," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (26/12/2013).

Dia mengatakan, layanan bank kustodian masih memiliki potensi besar tahun depan dengan adanya BPJS Kesehatan. Suntikan dana dari pemerintah diyakini akan membutuhkan tempat investasi pada bank kustodian. Selain itu perseroan juga akan menggenjot nasabah reksa dana yang saat ini hanya ada dua yaitu MNC Asset Managament dan Kresna Asset Management.

Sementara, saat ini perseroan juga telah melayani lima manajemen investasi sebagai agen penjualan produk reksa dananya. "Baru ada dua asset management yang menggunakan jasa kustodian. Tahun depan akan kami tingkatkan nasabah reksa dana. Walaupun nasabah konvensional seperti dana pensiun atau asuransi masih sangat besar," ujarnya

Henri menjelaskan, terdapat dua macam nasabah kustodian yaitu konvensional dan reksadana. Saat ini porsi mayoritas dikuasai penitipan biasa seperti dapen, asuransi, atau yayasan kesejahteraaan pegawai. Pengembangan nasabah reksa dana akan lebih menguntungkan karena lebih besar dalam rate pendapatannya.

Untuk nasabah konvensional memiliki rate 0,02 persen, sedangkan nasabah reksa dana sebesar 0,2 persen. Perseroan memiliki empat layanan dalam produk investasi, yaitu jasa kustodian, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), agen penjual reksa dana, dan wali amanat dalam penerbitan obligasi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Presiden Jokowi Apresiasi...
Presiden Jokowi Apresiasi Peran BRI dalam Pengembangan UMKM Indonesia
BRI Berhasil Salurkan...
BRI Berhasil Salurkan Pinjaman Dana Pemerintah Rp136,7 Triliun
BRI Beri Tips Bertransaksi...
BRI Beri Tips Bertransaksi Aman Saat Lebaran
Investor Ritel Saham...
Investor Ritel Saham BRI Melesat Enam Kali Lipat Dalam Dua Tahun
BRI Hadirkan Virtual...
BRI Hadirkan Virtual Coaching Bagi Pelaku UMKM di Seluruh Indonesia
85% Kantor BRI Telah...
85% Kantor BRI Telah Beroperasi dengan Protokol The New Normal
Berita Terkini
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
55 menit yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
1 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
2 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
4 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
5 jam yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
5 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved