Pemerintah rogoh Rp6 T bangun KA Trans Sulawesi

Kamis, 26 Desember 2013 - 19:48 WIB
Pemerintah rogoh Rp6...
Pemerintah rogoh Rp6 T bangun KA Trans Sulawesi
A A A
Sindonews.com - Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp6 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 untuk pembangunan trase kereta api (KA) Trans Sulawesi.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Bambang Susantono mengatakan, groundbreaking kereta api akan dilakukan pada 2014. Pemerintah juga akan menggandeng swasta untuk pembangunan tahap selanjutnya.

"Untuk jalur utama anggaran Rp6 triliun kita siapkan. Tapi untuk kelanjutannnya kita akan melibatkan swasta. Apakah swasta nasional atau swasta asing," ungkapnya seusai peresmian terminal pengepakan semen Bosowa di Pelabuhan Garongkong Barru, Kamis (26/12/2013).

Saat ini, kata dia, sudah ada beberapa investor asing yang menyatakan minat. Seperti investor asal Korea, China, dan Jepang. Optimisme groundbreaking lanjut dia, selain dari kesiapan anggaran, juga karena transportasi ini mendesak dalam trasnportasi barang dan mobilisasi manusia antar wilayah di Pulau Sulawesi.

Adapun jalur trans Sulawesi memiliki panjang sekitar 2.000 kilometer (km). Sesuai dengan studi detail engineering design (DED) dibutuhkan dana sekitar Rp30 triliun.

Khusus untuk KA trans Sulawesi tahap pertama yang dimulai dari Makassar hingga Pare-pare membutuhkan anggaran RpRp7,1 trilun dengan panjang jalur 145,23 km.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembebasan lahan, pembangunan trase kereta api, pekerjaan jembatan, pengerjaan signal kereta api, pembangunan stasiun dan depo kereta api.

Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, groundbreaking akan dilaksanakan pada awal 2014 yakni sekitar Februari atau Maret. Meski demikian, gubernur dua periode ini mengakui jika tahap pembebasan lahan untuk jalur belum rampung dilaksanakan.

Tahap ini, kata dia, membutuhkan anggaran setidaknya Rp800 miliar. Namun karena tidak masuk dalam mata anggaran APBD provinsi, maka pihaknya berencana untuk menggandeng sektor swasta.

"Sambil jalan kita lakukan pembebasan. Yang pasti kita akan tebitkan SK Gubernur untuk menopang pembebasan lahan. Sehingga tidak ada mobilisasi harga. Dan sebagai tahap awal kita mulai pembebasan dari kabupaten Barru," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi...
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi Utara, Mas Menteri Bawa 3G
Larangan Mudik Bikin...
Larangan Mudik Bikin Sektor Transportasi 'Mati Mesin'
Catatan Akhir Tahun...
Catatan Akhir Tahun 2024: Masih Banyak PR Sektor Transportasi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Ekspor Impor Mulai Naik,...
Ekspor Impor Mulai Naik, Transportasi Laut Perlu Berbenah
Olly Optimistis Ekonomi...
Olly Optimistis Ekonomi Sulawesi Utara Tumbuh 6% di 2021
Berita Terkini
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
12 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
25 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
36 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved