Bos SKK Migas bangga pegawainya mampu beradaptasi
Senin, 30 Desember 2013 - 16:57 WIB
Bos SKK Migas bangga pegawainya mampu beradaptasi
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Migas (SKK Migas) Johannes Widjanarko mengaku kasus-kasus hukum yang terjadi di instansinya sempat berdampak secara operasional. Namun cepatnya perbaikan posisi pegawai membuat kinerja SKK Migas tetap stabil.
Seperti diketahui, Kepala SKK Migas terdahulu Rudi Rubiandini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima suap dari Kernel Oil.
Kasus ini berlanjut dengan penemuan USD200.000 di ruangan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno oleh KPK beberapa minggu kemudian sehingga secara umum operasionalisasi SKK Migas dan Kementerian ESDM sempat terganggu.
"Ada pengaruh (terhadap kinerja), tapi kita cepat recover dengan melakukan rotasi, mutasi, dan promosi pegawai sehingga hal ini cukup cepat dilalui," ujarnya di Kantor SKK Migas, City Plaza, Jakarta, Senin (30/12/2013).
Bahkan dia mengakui dengan peningkatan kinerja pegawai SKK Migas terhadap Wilayah Kerja hingga mencapai 98 persen, telah menunjukkan bahwa guncangan yang sempat terjadi di SKK Migas sudah dilalui.
"Tetapi memang saya tidak bisa mengomentari masalah-masalah hukum karena secara umum berbeda dengan operasionalisasi kami," tandasnya.
Seperti diketahui, Kepala SKK Migas terdahulu Rudi Rubiandini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima suap dari Kernel Oil.
Kasus ini berlanjut dengan penemuan USD200.000 di ruangan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Waryono Karno oleh KPK beberapa minggu kemudian sehingga secara umum operasionalisasi SKK Migas dan Kementerian ESDM sempat terganggu.
"Ada pengaruh (terhadap kinerja), tapi kita cepat recover dengan melakukan rotasi, mutasi, dan promosi pegawai sehingga hal ini cukup cepat dilalui," ujarnya di Kantor SKK Migas, City Plaza, Jakarta, Senin (30/12/2013).
Bahkan dia mengakui dengan peningkatan kinerja pegawai SKK Migas terhadap Wilayah Kerja hingga mencapai 98 persen, telah menunjukkan bahwa guncangan yang sempat terjadi di SKK Migas sudah dilalui.
"Tetapi memang saya tidak bisa mengomentari masalah-masalah hukum karena secara umum berbeda dengan operasionalisasi kami," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :