Arus peti kemas di TPKS naik 9,09%

Rabu, 01 Januari 2014 - 16:36 WIB
Arus peti kemas di TPKS...
Arus peti kemas di TPKS naik 9,09%
A A A
Sindonews.com - Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) terus memacu produktivitas dengan meningkatkan pelayanan dengan kecepatan handling bongkar muat barang. Arus di TPKS sepanjang 2013 sebanyak 498.600 Teus atau naik 9,09 persen dibanding 2012 sebanyak 457.055 Teus.

General Manajer TPKS, Iwan Sabatini mengatakan, akhir 2013 ditutup dengan sandarnya kapal domestik SPIL sekaligus menutup capaian produksi handling peti kemas (throughput) mencapai 498.600 Teus atau naik 9,09 persen.

Selain itu, dari sisi pelayanan kapal, juga mengalami kenaikan dibandingkan 2012 yang mencapai 528 kapal. Di mana pada 2013 mampu melayani 555 unit kapal atau naik sekitar 5,11 persen.

"Untuk throughput dalam 10 tahun terakhir ini kita mengalami kenaikan mencapai 54,18 persen. Perbandingannya, pada 2003 total throughput baru mencapai 323.398 Teus," katanya, Rabu (1/1/2014).

Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya usaha ataupun komoditi ekspor-impor di Jawa Tengah (Jateng) yang terus berkembang. Menurutnya, untuk handling peti kemas domestik 2013 juga naik menjadi sekitar 9.295 Teus. Sebagian pengangkutan peti kemas dari Jakarta ke Semarang yang selama ini memadati pantura mulai menggunakan angkutan kapal laut.

Iwan mengatakan, TPKS siap menghadapi pertumbuhan throughput peti kemas hingga 2017 mencapai 750.000 Teus. Untuk itu TPKS telah menyiapkan perpanjangan dermaga menjadi 600 meter dan perluasan CY 5,3 Ha serta dua unit Container Crane, 11 electric RTG, 10 head & chasis.

Menurut dia, sudah saatnya semua memikirkan bagaimana terus dapat menggairahkan angkutan laut. Sehingga kepadatan pantura mulai bisa dikurangi dan hasilnya akan berdampak pada biaya logistik.

Sementara, terkait dengan infrastruktur jalan menuju pelabuhan yang terus tergenang Rob, Iwan mengaku, TPKS terus berupaya untuk mengantisipasi banjir rob di area kerja terminal utamanya dimusim hujan, yaitu dengan membuat beberapa sumur pompa.

Penggunaan sumur pompa cukup berhasil sehingga lapangan penumpukan (CY) sudah tidak ada genangan air. Di samping itu Pelindo III Cabang Tanjung Emas juga telah mengoptimalkan Polder di wilayah Pelabuhan, sehingga kegiatan di Pelabuhan Tanjung Emas berjalan lancar.

Sebenarnya, kata dia, masalah Rob di area Semarang Utara, luasannya masih telatif tidak terlalu luas. Jika dilakukan penataan dan optimalisasi pompa-pompa serta pembenahan tata ruang dengan polder-polder yang bisa dimanfaatkan wisata air.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Diresmikan, Operasional...
Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya
Kuasa Politik di Balik...
Kuasa Politik di Balik Proyek Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Internasional...
Pelabuhan Internasional Patimban Dijadwalkan Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
SPSL Perkuat Standar...
SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
7 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
7 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
8 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
8 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
9 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
9 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved